Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Provinsi Bengkulu Masuki Tahap Wawancara: Menuju Tata Kelola Zakat yang Lebih Profesional
Suara Pecari, Bengkulu – Tahapan seleksi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu Periode 2026–2031 terus berlanjut. Setelah melalui seleksi administrasi dan uji kompetensi, sebanyak 15 kandidat kini menjalani wawancara yang digelar pada Senin, 6 Juli 2026, di Ruang Rapat Hidayah Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu. Proses ini menjadi momentum krusial dalam menjaring pemimpin yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen kuat untuk memajukan pengelolaan zakat di Bumi Rafflesia.
Rangkaian Seleksi yang Ketat
Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Provinsi Bengkulu tahun ini dirancang dengan standar tinggi. Sebelum memasuki tahap wawancara, para peserta telah melewati seleksi kompetensi yang meliputi tes pengetahuan dasar dan penulisan makalah. Dari puluhan pendaftar, hanya 15 orang yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti wawancara. Mereka terdiri dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi, hingga tokoh masyarakat.
Berikut adalah nama-nama 15 peserta yang mengikuti tahap wawancara:
| No | Nama Peserta |
|---|---|
| 1 | Al Bahri |
| 2 | Romli Bin Ronan |
| 3 | Nazief Susila Dharma |
| 4 | Erwin Jorhanes |
| 5 | Safrizal |
| 6 | Yulkamra |
| 7 | Adi Sukmono |
| 8 | Harmudya |
| 9 | Etra Yunardi |
| 10 | Puji Dwianto |
| 11 | Noverianto |
| 12 | Ahadin |
| 13 | Indah Budiyanti |
| 14 | Muhidin |
| 15 | Meriyani |
Wawancara: Menggali Kapasitas dan Integritas Calon
Pelaksanaan wawancara dilakukan oleh tim seleksi yang terdiri dari unsur Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, dan tokoh masyarakat. Tim diketuai oleh Dr. H. Herwan Antoni, S.K.M., M.Kes., M.Si. dari Pemda, dengan Drs. H. Khairil, M.Si. sebagai sekretaris. Anggota tim lainnya adalah Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si. dan Dr. H. Khoiruman, M.Pd.I. dari Kanwil Kemenag, serta Prof. Dr. KH. Zulkarnain Dali, M.Pd., Ketua MUI Provinsi Bengkulu, mewakili unsur tokoh masyarakat.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, yang juga anggota tim seleksi, menekankan pentingnya tahap wawancara. “Melalui wawancara, kami ingin menggali lebih dalam kapasitas kepemimpinan, pemahaman terhadap tata kelola zakat, serta komitmen para calon dalam memajukan BAZNAS. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya untuk memastikan bahwa pemimpin yang terpilih benar-benar amanah dan profesional,” ujarnya.
Kriteria Penilaian
Tim seleksi menggunakan beberapa indikator utama dalam menilai para kandidat, antara lain:
- Kompetensi manajerial dan kepemimpinan
- Pemahaman regulasi dan kebijakan zakat nasional
- Integritas dan rekam jejak
- Visi dan misi pengembangan BAZNAS ke depan
- Kemampuan komunikasi dan kerjasama dengan stakeholder
Dampak dan Implikasi bagi Pengelolaan Zakat di Bengkulu
Proses seleksi yang transparan dan ketat ini diharapkan mampu melahirkan pimpinan BAZNAS yang mampu mengoptimalkan potensi zakat di Provinsi Bengkulu. Saat ini, potensi zakat di Bengkulu diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah per tahun, namun realisasi pengumpulannya masih jauh dari optimal. Pimpinan baru nantinya dituntut untuk mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, memperluas jangkauan pengumpulan, serta menyalurkan dana zakat secara tepat sasaran.
Menurut data BAZNAS pusat, tingkat pengumpulan zakat di Bengkulu pada tahun 2025 baru mencapai sekitar 30% dari potensi yang ada. Artinya, masih ada ruang besar untuk meningkatkan penghimpunan dana umat ini. Pimpinan yang terpilih diharapkan dapat membawa inovasi dalam pengelolaan zakat, baik dari sisi digitalisasi, transparansi, maupun program pemberdayaan.
Kronologi Seleksi
Berikut adalah kronologi tahapan seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Provinsi Bengkulu Periode 2026–2031:
- Pengumuman pendaftaran dan penerimaan berkas (Mei 2026)
- Seleksi administrasi (Juni 2026)
- Seleksi kompetensi: tes pengetahuan dasar dan penulisan makalah (akhir Juni 2026)
- Pengumuman hasil seleksi kompetensi dan penetapan 15 peserta wawancara (awal Juli 2026)
- Pelaksanaan wawancara (6 Juli 2026)
- Penetapan 10 peserta terbaik untuk diusulkan ke BAZNAS Pusat (setelah wawancara, Juli 2026)
- Seleksi lanjutan oleh BAZNAS Pusat (Agustus–September 2026)
- Penetapan 5 pimpinan definitif (Oktober 2026)
Harapan Masyarakat
Masyarakat Bengkulu menaruh harapan besar pada proses seleksi ini. Banyak yang berharap pimpinan BAZNAS yang baru nantinya tidak hanya fokus pada pengumpulan, tetapi juga pada pemberdayaan mustahik (penerima zakat) agar dapat mandiri secara ekonomi. Selain itu, transparansi dalam pengelolaan dana menjadi tuntutan utama agar kepercayaan publik terus terjaga.
“Kami berharap pimpinan BAZNAS ke depan bisa lebih inovatif dan dekat dengan masyarakat. Jangan hanya mengumpulkan zakat, tapi juga bagaimana zakat itu bisa memberdayakan,” ujar Ahmad, seorang warga Bengkulu yang diwawancarai secara terpisah.
Proses seleksi yang melibatkan banyak pihak—pemerintah, kemenag, dan tokoh masyarakat—menunjukkan komitmen untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Dengan demikian, BAZNAS Provinsi Bengkulu diharapkan dapat menjadi lembaga yang semakin dipercaya dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Penutup
Di tengah tantangan pengelolaan zakat yang semakin kompleks, hadirnya pimpinan yang kompeten dan berintegritas menjadi kunci. Tahap wawancara ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju tata kelola zakat yang lebih baik. Masyarakat Bengkulu pun menanti dengan penuh harap, siapa pun yang terpilih nanti, semoga amanah dan mampu membawa perubahan positif bagi kemaslahatan umat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










