Pemko Tanjungpinang Terima Hibah Lahan untuk Percepat Pembangunan GOR

Pemko Tanjungpinang Terima Hibah Lahan untuk Percepat Pembangunan GOR

Suara Pecari, Tanjungpinang – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang resmi menerima hibah dua bidang tanah seluas hampir empat hektare dari pengusaha lokal, Suryono, untuk mendukung percepatan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) yang telah lama direncanakan. Penyerahan hibah berlangsung di Kantor Wali Kota Tanjungpinang pada Jumat, 10 Juli 2026, dan disaksikan oleh sejumlah pejabat daerah serta tokoh masyarakat.

Detail Hibah Lahan

Dua bidang tanah yang dihibahkan berlokasi di Jalan Daeng Kamboja, Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur. Masing-masing bidang memiliki luas 19.997 meter persegi dan 19.977 meter persegi, sehingga total luas lahan mencapai 39.974 meter persegi atau hampir 4 hektare. Lahan ini akan menjadi aset pemerintah daerah sebagai syarat utama pembangunan GOR yang telah direncanakan sejak beberapa tahun terakhir.

BidangLuas (m²)Lokasi
119.997Jl. Daeng Kamboja, Air Raja
219.977Jl. Daeng Kamboja, Air Raja
Total39.974

Kronologi dan Latar Belakang

Kebutuhan akan GOR yang representatif di Tanjungpinang sudah menjadi aspirasi masyarakat sejak lama. Kota Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau belum memiliki gedung olahraga berstandar nasional yang dapat digunakan untuk berbagai cabang olahraga. Selama ini, atlet dan masyarakat hanya mengandalkan fasilitas olahraga di sekolah atau lapangan terbuka yang minim perawatan.

Pada awal tahun 2026, Pemko Tanjungpinang mulai mengajukan proposal pembangunan GOR ke pemerintah pusat. Usulan tersebut mendapat respons positif dari Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Namun, salah satu syarat utama yang harus dipenuhi adalah status kepemilikan lahan harus jelas dan menjadi aset pemerintah daerah. Di sinilah peran Suryono, seorang pengusaha lokal yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan pembangunan kota.

Suryono menyatakan bahwa hibah ini merupakan bentuk kepeduliannya terhadap kemajuan dunia olahraga di Tanjungpinang. Ia terinspirasi oleh prestasi kontingen Tanjungpinang yang berhasil menjadi juara umum pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada tahun 2025. Menurutnya, keberhasilan tersebut harus diimbangi dengan sarana latihan yang memadai agar prestasi atlet dapat terus ditingkatkan.

“Kami sebagai pengusaha di Kota Tanjungpinang ingin ikut berpartisipasi mendukung olahraga. Saya berharap GOR ini nantinya menjadi pusat pembinaan atlet sekaligus tempat berolahraga masyarakat,” ujar Suryono dalam sambutannya.

Dampak bagi Pembinaan Atlet dan Masyarakat

Keberadaan GOR diharapkan memberikan dampak besar bagi pembinaan atlet di Tanjungpinang. Selama ini, atlet muda harus berlatih di fasilitas seadanya, seperti lapangan basket di sekolah yang tidak standar atau gedung serbaguna yang beralih fungsi. Dengan adanya GOR, berbagai cabang olahraga seperti bulu tangkis, bola voli, futsal, dan senam dapat dilakukan dalam satu lokasi dengan standar nasional.

Selain untuk atlet, GOR juga akan menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk berolahraga. Pemerintah kota berencana mengelola GOR sebagai pusat kegiatan olahraga dan rekreasi, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup warga. Aktivitas olahraga rutin seperti senam pagi, turnamen antar kampung, dan pelatihan olahraga bagi pemula dapat diadakan di GOR.

Target Anggaran dan Tahapan Pembangunan

Pembangunan GOR direncanakan menggunakan dana dari Kementerian PUPR dengan nilai sekitar Rp55 miliar. Anggaran tersebut mencakup konstruksi gedung utama, lapangan serbaguna, tribun penonton, ruang ganti, dan fasilitas pendukung lainnya. Setelah hibah lahan diterima, langkah selanjutnya adalah:

  • Pengurusan sertifikasi lahan melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menjadikan lahan sebagai aset Pemko Tanjungpinang.
  • Penyempurnaan Detail Engineering Design (DED) yang sudah ada agar sesuai dengan kondisi lahan dan standar teknis terbaru.
  • Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk memastikan pembangunan tidak menimbulkan dampak negatif pada lingkungan sekitar.
  • Melengkapi persyaratan administrasi lainnya sebelum mengajukan proposal final ke pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tanjungpinang, Ruli Friady, menargetkan proses administrasi dapat selesai dalam waktu 3-4 bulan, sehingga pembangunan fisik dapat dimulai pada awal tahun 2027. “Dengan hibah ini, kami sudah memiliki dasar untuk mengurus sertifikat menjadi aset Pemko melalui BPN. Semoga tidak ada kendala berarti,” ujarnya.

Apresiasi dan Harapan Wali Kota

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Suryono atas hibah lahan ini. Ia menilai langkah Suryono sebagai contoh kepedulian pengusaha terhadap pembangunan daerah. “Pak Suryono merupakan salah satu tokoh yang selalu aktif mendukung pembangunan di Kota Tanjungpinang. Hibah ini sangat berarti karena memang dibutuhkan untuk pembangunan GOR,” ucap Lis Darmansyah.

Lis berharap seluruh proses administrasi dapat berjalan lancar agar pembangunan GOR bisa segera memasuki tahap konstruksi. Menurutnya, fasilitas olahraga yang memadai adalah investasi jangka panjang dalam mencetak atlet berprestasi sekaligus meningkatkan aktivitas olahraga masyarakat. “Kami ingin GOR ini menjadi kebanggaan warga Tanjungpinang, bukan hanya sebagai tempat bertanding tetapi juga sebagai pusat pembinaan olahraga yang melahirkan juara-juara baru,” harapnya.

Implikasi bagi Pembangunan Kota

Hibah lahan ini tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, tetapi juga pada pembangunan kota secara keseluruhan. Keberadaan GOR di kawasan Air Raja diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi lokal, seperti munculnya usaha kuliner, toko peralatan olahraga, dan jasa akomodasi di sekitar lokasi. Selain itu, GOR juga dapat menjadi destinasi wisata olahraga yang menarik atlet dari luar daerah untuk berlatih atau bertanding di Tanjungpinang.

Pemerintah kota juga berencana mengintegrasikan GOR dengan program pembinaan olahraga usia dini di sekolah-sekolah. Kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan KONI setempat akan dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan GOR sebagai pusat latihan dan kompetisi pelajar. Dengan demikian, prestasi Tanjungpinang di ajang POPDA maupun Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) diharapkan terus meningkat.

Namun, tantangan tetap ada. Proses sertifikasi lahan dan penyelesaian dokumen AMDAL membutuhkan koordinasi yang baik antara Pemko, BPN, dan instansi terkait. Selain itu, pengelolaan GOR ke depan harus transparan dan akuntabel agar fasilitas ini terawat dan tidak terbengkalai. Pemko berkomitmen untuk melibatkan pihak swasta dan komunitas olahraga dalam pengelolaan GOR nantinya.

Hibah lahan ini menjadi tonggak penting bagi realisasi GOR yang telah lama diidamkan. Dengan dukungan semua pihak, bukan tidak mungkin Tanjungpinang akan memiliki salah satu GOR terbaik di Provinsi Kepulauan Riau. Semangat gotong royong antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat seperti yang ditunjukkan Suryono patut dicontoh oleh daerah lain. Kini, semua mata tertuju pada langkah selanjutnya: bagaimana Pemko Tanjungpinang mengelola momentum ini untuk mewujudkan fasilitas olahraga yang membanggakan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *