Friendlies Rahasia dan Persiapan Matang: Alonso Mulai Bangun Chelsea yang Lebih Fisik
Suara Pecari, Chelsea memulai era baru di bawah kepemimpinan Xabi Alonso dengan pendekatan yang tak biasa. Manajer asal Spanyol itu menggelar dua pertandingan uji coba tertutup (friendlies) melawan Crawley Town dan Bromley dalam 11 hari ke depan. Langkah ini diambil untuk memberikan menit bermain kepada para pemain inti yang tidak terlibat di Piala Dunia 2026, sekaligus menguji formasi baru sebelum tim terbang ke Australia untuk tur pramusim.
Dalam sesi latihan di Cobham, Alonso langsung fokus pada peningkatan fisik pemain. Ia menyadari bahwa Chelsea musim lalu kerap kalah dalam duel lari dan duel fisik. “Soul, purpose, and good energy” menjadi motto yang ia tanamkan sejak hari pertama. Empat rekrutan anyar—Emmanuel Emegha, Geovany Quenda, Dastan Satpayev, dan Marco Palestra—telah bergabung dan berlatih bersama skuad utama. Sejumlah pemain bintang seperti Cole Palmer, Liam Delap, dan Joao Pedro juga terlihat dalam sesi latihan, menunjukkan bahwa Alonso serius memanfaatkan friendlies ini untuk membangun kekompakan.
Sementara itu, di kancah internasional, Spanyol baru saja menyamai rekor tak terkalahkan Italia dengan 37 pertandingan beruntun setelah mengalahkan Prancis 2-0 di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor tersebut dimulai setelah kekalahan 1-0 dari Kolombia di sebuah friendly pada Maret 2024. Kini, La Roja berpeluang memecahkan rekor jika tidak terkalahkan di final. Prestasi ini menunjukkan betapa pentingnya pertandingan persahabatan dalam membangun momentum sebuah tim.
Di level yang lebih rendah, Margate bersiap menghadapi Chatham Town dalam friendly akhir pekan ini. Asisten manajer Matt Longhurst menyebut Chatham sebagai tolok ukur karena kesuksesan mereka naik dari divisi delapan ke lima hanya dalam empat tahun. “Mereka adalah klub yang patut dicontoh,” ujarnya. Namun, Longhurst mengaku semakin enggan menjalani friendlies seiring bertambahnya usia, karena ia lebih menantikan pertandingan resmi yang memperebutkan poin.
Sementara itu, Wrexham yang kini berkompetisi di Championship menjalani jadwal friendlies mewah melawan Manchester United, Leeds United, Liverpool, dan Sunderland. Manajer Phil Parkinson yakin laga-laga ini akan mempersiapkan timnya lebih baik dibanding musim lalu saat mereka nyaris lolos ke play-off. “Pertandingan melawan tim besar adalah bagian dari kehidupan Wrexham sekarang,” katanya.
Kembali ke Chelsea, Alonso juga memberikan kesempatan kepada pemain akademi seperti Reggie Watson dan Tayo Subuloye untuk tampil dalam dua friendlies tertutup tersebut. Langkah ini mengingatkan pada pendekatan Mauricio Pochettino yang gemar mempromosikan binaan muda. Dengan kombinasi rekrutan anyar, pemain inti yang bugar, dan talenta muda, Chelsea berharap bisa kembali bersaing di papan atas Premier League setelah finis di posisi ke-10 musim lalu.
Kesimpulannya, friendlies bukan sekadar pemanasan, melainkan fondasi penting bagi sebuah tim untuk membangun taktik, kebugaran, dan mentalitas. Baik Chelsea, Spanyol, Margate, maupun Wrexham, semuanya memanfaatkan pertandingan persahabatan untuk mencapai target masing-masing. Alonso sadar bahwa jalan menuju kesuksesan dimulai dari langkah-langkah kecil di sesi latihan dan laga uji coba.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










