Bakamla RI Perkuat Sinergi SAR Maritim lewat Forum IISAR 2026 Global
Suara Pecari, Batam – Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla., menghadiri pembukaan Indonesia International Search and Rescue (IISAR) 2026 yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang. Kehadiran Bakamla RI dalam forum internasional tersebut menjadi wujud komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kemampuan pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR), khususnya di wilayah maritim Indonesia. IISAR 2026 mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri, mulai dari instansi pemerintah, organisasi SAR, akademisi, pelaku industri, hingga mitra internasional. Forum ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, teknologi, serta strategi dalam menghadapi tantangan operasi penyelamatan yang semakin kompleks akibat perkembangan aktivitas pelayaran dan perubahan kondisi lingkungan.
Komitmen Bakamla RI dalam Penguatan SAR Maritim
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Bakamla RI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dan kerja sama internasional. Upaya tersebut diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi modern, serta efektivitas pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan guna mendukung terwujudnya keamanan dan keselamatan maritim yang lebih optimal. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau dan jalur pelayaran yang sangat padat, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga keselamatan di laut. Karena itu, koordinasi antarlembaga seperti Bakamla RI, Basarnas, TNI AL, Polairud, Kementerian Perhubungan, serta berbagai instansi terkait menjadi faktor penting dalam memastikan respons cepat terhadap setiap keadaan darurat di wilayah perairan nasional.
Teknologi Modern sebagai Kunci Operasi SAR Efektif
Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan kemampuan SAR maritim. Berbagai inovasi seperti penggunaan drone, sistem pemantauan berbasis satelit, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga integrasi data maritim dinilai mampu mempercepat proses pencarian korban dan meningkatkan akurasi pengambilan keputusan di lapangan. Dalam forum IISAR 2026, sejumlah inovasi teknologi SAR dipamerkan, antara lain:
- Drone pencari dengan kamera termal dan sensor multispektral untuk mendeteksi korban di perairan luas.
- Sistem identifikasi otomatis (AIS) yang terintegrasi dengan pusat kendali SAR untuk memantau pergerakan kapal.
- Perangkat komunikasi satelit yang memungkinkan koordinasi real-time antara tim SAR di lapangan dan pusat komando.
- Software analisis data berbasis AI untuk memprediksi pergerakan korban atau puing berdasarkan arus dan angin.
Implementasi teknologi ini diharapkan mampu mengurangi waktu respons dan meningkatkan angka keberhasilan operasi penyelamatan.
Kolaborasi Nasional dan Internasional
Selain memperkuat kerja sama nasional, forum IISAR 2026 juga menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi dengan negara-negara sahabat. Kerja sama internasional sangat diperlukan, terutama dalam penanganan kecelakaan kapal, bencana alam, maupun insiden lintas batas yang membutuhkan respons bersama sesuai standar keselamatan maritim internasional. Dalam sesi diskusi panel, perwakilan dari Australia, Jepang, dan Singapura berbagi pengalaman tentang sistem SAR maritim mereka. Tabel di bawah ini merangkum beberapa negara peserta dan fokus kerja sama yang dibahas:
| Negara | Fokus Kerja Sama | Bentuk Kolaborasi |
|---|---|---|
| Australia | Koordinasi SAR di perbatasan laut | Latihan bersama dan pertukaran data |
| Jepang | Teknologi robotika dan drone bawah air | Transfer teknologi dan pelatihan |
| Singapura | Sistem peringatan dini dan integrasi data | Pengembangan platform bersama |
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Industri
Penguatan sinergi SAR maritim melalui forum IISAR 2026 diharapkan memberikan dampak positif bagi berbagai pihak. Bagi masyarakat pesisir dan pelaku industri pelayaran, peningkatan kemampuan SAR berarti jaminan keselamatan yang lebih baik saat beraktivitas di laut. Bagi pemerintah, sinergi ini mendukung terwujudnya visi Indonesia sebagai poros maritim dunia yang aman dan selamat. Selain itu, keterlibatan akademisi dan pelaku industri dalam forum ini membuka peluang riset dan inovasi yang dapat dikomersialkan. Implikasi jangka panjangnya adalah terbentuknya ekosistem SAR yang tangguh dan responsif terhadap bencana maupun kecelakaan di laut.
Kronologi Acara IISAR 2026
Berikut adalah kronologi singkat pelaksanaan forum IISAR 2026:
- Pembukaan resmi oleh Kepala Bakamla RI pada 16 Juli 2026 di NICE PIK 2, Tangerang.
- Sesi pleno dengan keynote speech dari Menteri Perhubungan dan Kepala Basarnas.
- Pameran teknologi SAR dari dalam dan luar negeri.
- Diskusi panel dan workshop tentang inovasi SAR maritim.
- Penutupan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bakamla RI dengan beberapa mitra internasional.
Dengan keikutsertaan dalam Indonesia International Search and Rescue 2026, Bakamla RI menunjukkan perannya sebagai salah satu garda terdepan dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut Indonesia. Diharapkan, sinergi yang terbangun melalui forum ini mampu menghasilkan inovasi, meningkatkan profesionalisme personel, serta memperkuat kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan operasi pencarian dan penyelamatan di masa mendatang. Melalui kolaborasi yang erat dan pemanfaatan teknologi mutakhir, cita-cita mewujudkan laut yang aman dan selamat bagi seluruh bangsa bukan lagi sekadar angan, melainkan sebuah keniscayaan yang terus diperjuangkan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










