Pedro Porro dan Selebrasi MiniPedro: Spanyol Hancurkan Prancis, Siap Ladeni Argentina di Final Piala Dunia 2026

Pedro Porro dan Selebrasi MiniPedro: Spanyol Hancurkan Prancis, Siap Ladeni Argentina di Final Piala Dunia 2026

Suara Pecari, AT&T Stadium, Arlington – Spanyol memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Prancis 2-0 dalam semifinal yang digelar Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Dua gol kemenangan La Roja dicetak oleh Mikel Oyarzabal melalui penalti dan Pedro Porro yang mencuri perhatian tidak hanya karena golnya, tetapi juga selebrasi unik yang ia persembahkan untuk putranya.

Pedro Porro menjadi pahlawan di sisi kanan pertahanan Spanyol. Bek Tottenham Hotspur itu tidak hanya solid dalam bertahan, tetapi juga ikut menyumbang gol kedua yang memastikan kemenangan. Selepas menjebol gawang Mike Maignan, Porro melakukan selebrasi duduk bersila sambil mengepalkan tangan kanan ke atas. Ternyata, gerakan tersebut terinspirasi dari aksi putra semata wayangnya yang akrab disapa MiniPedro, yang hadir langsung di tribun bersama keluarga besar Porro. “Dia melakukan gerakan itu saat saya mencetak gol. Saya melihatnya karena dia duduk di barisan depan tribun. Jadi, saya merayakannya dengan cara yang sama,” ujar Porro setelah pertandingan. Momen tersebut menjadi salah satu kenangan paling berkesan dalam kariernya karena bisa merayakan gol bersama keluarga.

Gol Pedro Porro juga menjadi puncak dari penampilan impresifnya sepanjang laga. Ia sukses mematikan pergerakan Kylian Mbappé yang sebelumnya menjadi momok bagi lawan-lawannya. Mbappé, yang telah mencetak delapan gol dalam enam pertandingan sebelumnya, benar-benar mati kutu. Porro memenangi hampir setiap duel dengan pemain Real Madrid tersebut, membuat Mbappé hanya mampu melepaskan tiga tembakan tanpa satu pun mengarah ke gawang. Catatan dribel sukses Mbappé juga anjlok: hanya satu dari enam percobaan berhasil. Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memuji ketangguhan lini belakang timnya yang telah menjadi benteng terkokoh sepanjang turnamen. “Kami menghadapi salah satu tim terbaik di dunia, tapi mereka (Prancis) berhadapan dengan tim terbaik di dunia,” ujar De la Fuente dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa semangat tim ini mengingatkannya pada era kejayaan Spanyol 2010.

Dominasi Spanyol tidak hanya terlihat dari skor, tetapi juga dari penguasaan bola dan kemampuan merebut kembali penguasaan. Gelandang Prancis, Rayan Cherki, mengakui bahwa Spanyol lebih unggul dalam memenangkan bola kedua dan merebut posisi. “Mereka lebih baik dari kami dalam hal itu, dan di situlah pertandingan ditentukan,” kata Cherki. Prancis yang sebelumnya tidak pernah tertinggal sepanjang turnamen, akhirnya menemui titik lemahnya. Gol penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 menjadi pukulan awal yang sulit dibalas Les Bleus. Sepanjang laga, Spanyol tampil disiplin dan kompak, baik saat menyerang maupun bertahan.

Kemenangan ini membawa Spanyol ke final Piala Dunia 2026 dan akan berhadapan dengan Argentina. Final yang dinanti-nantikan ini menjadi ulangan dari pertandingan klasik antar dua raksasa sepak bola. De la Fuente menegaskan bahwa timnya tidak akan berpuas diri. “Kami telah menunjukkan karakter, tetapi masih ada ruang untuk berkembang,” katanya. Spanyol kini menyamai rekor tak terkalahkan Italia dengan 37 laga beruntun.

Di sisi lain, Prancis harus puas memperebutkan tempat ketiga. Kylian Mbappé yang frustrasi bahkan mendapat kartu kuning akibat pelanggaran keras. Namun, ia tetap meninggalkan turnamen dengan catatan delapan gol dan total 20 gol di seluruh Piala Dunia, hanya tertinggal satu gol dari Lionel Messi dalam daftar pencetak gol sepanjang masa. Meski demikian, kegagalan di semifinal menjadi pelajaran berharga bagi Les Bleus.

Kesimpulannya, Spanyol tampil sempurna di semifinal dengan kemenangan 2-0 atas Prancis. Pedro Porro tidak hanya menjadi pahlawan dengan gol dan selebrasinya yang mengharukan, tetapi juga menjadi simbol ketangguhan pertahanan Spanyol. Kini, La Roja siap menghadapi Argentina di final, membawa semangat juang yang sama seperti tahun 2010.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *