Kontroversi dan Kebugaran Cristian Romero Warnai Persiapan Argentina Hadapi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Suara Pecari, Menjelang final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina dengan Spanyol, perhatian publik tertuju pada kondisi fisik dan kontroversi yang melibatkan bek andalan tim Tango, Cristian Romero. Bek Tottenham Hotspur ini menjadi sorotan utama setelah mengalami kram otot saat perempat final melawan Swiss, namun berhasil tampil penuh saat semifinal melawan Inggris. Kebugaran Cristian Romero menjadi kunci bagi lini pertahanan Argentina yang akan menghadapi serangan tajam La Roja.
Dalam laga semifinal melawan Inggris, Cristian Romero mencatatkan 17 kontribusi defensif, tertinggi di antara pemain Argentina. Namun, kritik pedas datang dari legenda Manchester United, Gary Neville, yang menyebut duet Romero dan Lisandro Martinez sebagai “bek tengah terbaik sekaligus terburuk” karena kerap kebobolan di fase gugur. Menanggapi hal itu, Cristian Romero dengan tegas menyebut Neville “bodoh” dan berharap tidak akan menjadi pengkritik seperti itu setelah pensiun.
Di sisi lain, Leandro Paredes juga mengalami cedera ringan namun diperkirakan fit untuk final. Pelatih Lionel Scaloni lebih khawatir terhadap kelelahan pemain, mengingat Argentina harus menjalani perpanjangan waktu di dua laga knockout. Spanyol sendiri hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, menjadikan duel ini sebagai ujian berat bagi ketangguhan Cristian Romero dan rekan-rekannya.
Perseteruan verbal antara Romero dan Neville terus memanas. Neville membalas dengan mengatakan bahwa tanpa Lionel Messi, duet bek Argentina akan kesulitan. Namun, Romero dan Martinez membuktikan diri dengan membawa Argentina ke final setelah mengalahkan Inggris 2-1. Kini, semua mata tertuju pada final di New York, di mana Cristian Romero diharapkan menjadi tembok kokoh yang mampu meredam gempuran Lamine Yamal dan kawan-kawan.
Kesimpulannya, Cristian Romero menjadi figur sentral dalam perjalanan Argentina ke final, baik dari segi performa maupun kontroversi. Kebugaran dan mentalitasnya akan diuji saat berhadapan dengan Spanyol yang disiplin. Jika mampu tampil konsisten, Romero bisa menjadi pahlawan di balik sukses Argentina mempertahankan gelar juara dunia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










