Argentina Hajar Inggris 2-1 di Semifinal Piala Dunia 2026, Messi Cetak Dua Assist Bersejarah

Argentina Hajar Inggris 2-1 di Semifinal Piala Dunia 2026, Messi Cetak Dua Assist Bersejarah

Suara Pecari, Bayang-bayang sejarah kembali membayangi duel sengit antara Argentina dan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Laga yang berlangsung di Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB, tidak hanya menyajikan drama sepak bola kelas tinggi, tetapi juga memunculkan kembali rivalitas panjang yang berakar dari peristiwa inggris vs argentina 1998 dan konflik Malvinas. Argentina akhirnya menang 2-1 setelah tertinggal lebih dulu, dengan Lionel Messi menjadi pahlawan lewat dua assist krusialnya.

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Inggris tampil percaya diri dan berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-55 melalui gol Anthony Gordon. Unggul satu gol, pasukan Thomas Tuchel memilih bermain lebih bertahan. Namun, keputusan itu justru menjadi bumerang. Argentina yang terus menekan akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-85. Berawal dari visi luar biasa Messi, gelandang Enzo Fernández melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu dihalau kiper Inggris. Skor berubah 1-1.

Petaka bagi Inggris datang di masa injury time. Pada menit ke-90+2, Messi kembali menunjukkan kelasnya dengan memberikan umpan silang akurat yang disundul Lautaro Martínez untuk memastikan kemenangan 2-1. Dua assist Messi dalam laga ini mengukuhkannya sebagai pemilik assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 12 assist, 10 di antaranya tercipta di fase gugur.

Kemenangan ini tidak lepas dari ingatan kolektif akan rivalitas kedua negara. Kenangan pahit inggris vs argentina 1998 masih terasa, saat David Beckham diganjar kartu merah akibat insiden dengan Diego Simeone. Momen itu kembali dihidupkan ketika Beckham hadir di tribun VIP dan mendapat sorakan dari suporter Argentina. Video momen tersebut viral di media sosial, menunjukkan bahwa luka lama belum sepenuhnya sembuh.

Di luar lapangan, sengketa Kepulauan Malvinas (Falkland) ikut mewarnai atmosfer pertandingan. Usai laga, pemain Argentina membentangkan spanduk bertuliskan ‘Las Malvinas son Argentinas’, memicu reaksi dari veteran perang Inggris. Namun, bagi Argentina, kemenangan ini adalah pembalasan manis atas kekalahan di Perang Malvinas 1982 dan kekalahan psikologis di inggris vs argentina 1998.

Lionel Messi, yang kini berusia 39 tahun, menyebut kemenangan ini sangat istimewa. “Ini bukan kemenangan biasa. Setiap orang Argentina menginginkan kemenangan ini, begitu pula kami. Kemenangan ini membawa kami melaju ke final Piala Dunia lagi,” ujarnya kepada TyC Sports. Messi juga menegaskan bahwa timnya tidak pernah berhenti percaya, bahkan saat tertinggal.

Dengan hasil ini, Argentina melaju ke final untuk kedua kalinya berturut-turut dan akan menghadapi Spanyol. Sementara itu, Inggris harus puas bertemu Prancis dalam perebutan tempat ketiga. Rivalitas inggris vs argentina 1998 mungkin sudah berlalu 28 tahun silam, tetapi setiap pertemuan kedua tim selalu menghadirkan cerita baru yang memperkaya sejarah sepak bola dunia.

Kemenangan Argentina di semifinal ini tidak hanya mengukuhkan status mereka sebagai salah satu tim terkuat di dunia, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan nasional. Bagi rakyat Argentina, mengalahkan Inggris di lapangan hijau adalah bentuk perlawanan damai atas luka sejarah yang masih menganga. Dan Messi, dengan dua assist magisnya, kembali menuliskan namanya dalam lembaran emas persepakbolaan global.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *