Dari Piala Dunia ke Liga Korea: Kwon Chang-hoon Gabung Persija, Son Heung-min Bersinar di MLS
Suara Pecari, Setelah gemerlap Piala Dunia 2026 yang baru saja usai, perhatian pecinta sepak bola kembali tertuju pada kompetisi domestik, termasuk liga Korea yang terus melahirkan talenta-talenta berbakat. Dua berita besar menghiasi pemberitaan olahraga pekan ini: kepindahan mantan pemain timnas Korea Selatan, Kwon Chang-hoon, ke Persija Jakarta, serta penampilan impresif Son Heung-min di MLS bersama LAFC. Kedua kabar ini menunjukkan betapa pengaruh liga Korea semakin mendunia, baik melalui pemain yang pernah merumput di dalamnya maupun melalui prestasi para bintangnya di kancah global.
Persija Jakarta resmi mengumumkan perekrutan Kwon Chang-hoon pada Jumat (17/7/2026). Gelandang serang berusia 32 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi dua musim untuk kompetisi 2026/2027. Kwon, yang pernah menjadi bagian dari skuad Korea Selatan di Piala Dunia 2022 Qatar di bawah asuhan Shin Tae-yong, diharapkan dapat memperkuat lini serang Macan Kemayoran. Pengalamannya di Eropa bersama Dijon FCO (Prancis) dan SC Freiburg (Jerman) menjadi nilai tambah. Fleksibilitasnya sebagai pemain sayap kanan, kiri, maupun gelandang serang memberikan banyak opsi bagi pelatih Persija.
Kwon Chang-hoon mengawali karier profesional di Suwon Samsung Bluewings, salah satu klub papan atas liga Korea, sebelum merantau ke Eropa. Ia mencatatkan 43 penampilan dan 12 gol untuk timnas Korea Selatan. Meski sempat cedera menjelang Piala Dunia 2018, ia tetap menjadi bagian penting skuad Taegeuk Warriors pada 2022. Kini, ia memilih tantangan baru di Liga Indonesia, tertarik dengan perkembangan sepak bola Tanah Air.
Sementara itu, di Amerika Serikat, Son Heung-min akhirnya memecah kebuntuan golnya di MLS. Dalam laga El Trafico melawan LA Galaxy, Son tidak mencetak gol secara langsung, namun perannya krusial. Ia dengan sportif menyerahkan tugas penalti kepada rekannya, Denis Bouanga, yang sukses mengeksekusi. Tindakan Son ini menunjukkan jiwa kepemimpinan dan kerja sama tim. Meski tanpa gol, penampilannya tetap menjadi sorotan, mengingat namanya sudah dikenal luas sejak bersinar di Tottenham Hotspur. Kehadiran Son di MLS menjadi bukti bahwa pengaruh liga Korea tidak hanya terbatas di Asia, tetapi juga merambah ke kompetisi top dunia.
Di sisi lain, gelaran Piala Dunia 2026 juga diwarnai partisipasi artis Korea. BTS tampil memukau di halftime show, sementara aktris Jung Ho-yeon menjadi wanita Korea pertama yang terlibat dalam upacara Trophy Trunk. Hal ini menunjukkan bahwa Korea Selatan semakin mendunia, tidak hanya melalui sepak bola tetapi juga budaya pop.
Kesimpulannya, liga Korea terus menjadi kawah candradimuka bagi pemain-pemain berkualitas. Kwon Chang-hoon membawa pengalaman internasional ke Liga Indonesia, sementara Son Heung-min mengharumkan nama Korea di MLS. Keduanya adalah produk dari sistem sepak bola Korea yang matang. Dengan semakin banyaknya pemain Korea yang berkarier di luar negeri, eksistensi liga Korea sebagai salah satu liga terbaik di Asia kian tak terbantahkan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










