Meksiko dan Argentina Dukung Gianni Infantino di Tengah Krisis FIFA

Meksiko dan Argentina Dukung Gianni Infantino di Tengah Krisis FIFA

Suara Pecari – Presiden FIFA, Gianni Infantino, tengah menghadapi krisis besar terkait rencana kontroversial pembentukan entitas bisnis baru FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan mengelola sebagian aspek komersial Piala Dunia dan turnamen FIFA lainnya. Di tengah tekanan kuat dari berbagai pihak, terutama UEFA, Infantino mendapatkan dukungan penting dari beberapa negara anggota FIFA, termasuk Meksiko dan Argentina.

Rapat krisis Dewan Manajemen FIFA yang digelar di Rabat, Maroko, pada 5 Agustus 2026, menjadi momentum bagi Infantino untuk memperoleh dukungan penuh dari jajaran pimpinan FIFA. Hal ini menandai perkembangan terbaru dari konflik yang bermula setelah rencana pelepasan hingga 20 persen saham entitas FFE kepada investor eksternal diumumkan pekan sebelumnya.

Kontroversi dan Penolakan

Usulan pembentukan FIFA Forward Enterprise yang akan mengelola hak komersial Piala Dunia tersebut memicu reaksi keras dari berbagai federasi, terutama UEFA yang merupakan konfederasi terbesar di Eropa. UEFA bahkan menyatakan siap memboikot Piala Dunia jika rencana tersebut tetap dijalankan. Selain itu, muncul desakan dari beberapa asosiasi agar Infantino mundur dari jabatannya sebagai presiden FIFA.

Rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah mendapat penolakan luas, dan Infantino menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan dalam proses pengambilan keputusan. Langkah ini mendapat apresiasi dari beberapa pihak, termasuk Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), yang juga menyatakan dukungan kuat terhadap kepemimpinan Infantino selama hampir satu dekade terakhir.

Dukungan dari Meksiko dan Argentina

Meksiko dan Argentina menjadi dua negara yang secara terbuka menunjukkan dukungan kepada Infantino di tengah krisis FIFA. Argentina menilai pembatalan proyek FFE sebagai tindakan bertanggung jawab dan keberanian mengakui kesalahan. AFA menilai kepemimpinan Infantino telah membawa perubahan positif dalam pengembangan sepak bola dan tata kelola FIFA yang lebih transparan.

Di sisi lain, dukungan Meksiko kepada Infantino juga mendapat sorotan, meskipun federasi tersebut mendapat tekanan dari suporter yang mengkritik keputusan tersebut. Namun, dukungan kedua negara ini memberikan kekuatan politik bagi Infantino untuk tetap melanjutkan masa jabatannya hingga pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.

Krisis Kepemimpinan dan Klaim Kontroversial

Krisis kepemimpinan Infantino tidak hanya berkaitan dengan rencana FFE. Baru-baru ini, muncul tuduhan serius terkait dugaan pembayaran uang enam digit oleh UEFA kepada seorang wanita yang pernah bekerja sebagai sekretaris jenderal, yang dikaitkan dengan masa jabatan Infantino di UEFA. Infantino membantah keras tuduhan tersebut dan menyatakan tidak ada keluhan resmi yang pernah diajukan terkait perilakunya.

UEFA mengonfirmasi pembayaran tersebut sebagai penyelesaian biaya pendidikan MBA bagi wanita yang bersangkutan, bukan sebagai bentuk kompensasi terkait tuduhan atau pelanggaran. Isu ini menambah kompleksitas situasi yang dihadapi Infantino dalam mempertahankan posisinya sebagai presiden FIFA.

Peta Dukungan dan Penentangan di Dunia Sepak Bola

Secara geografis, penentangan paling kuat terhadap Infantino berasal dari Eropa melalui UEFA dan asosiasi anggotanya yang berjumlah 55 federasi. Sementara itu, dukungan signifikan datang dari beberapa konfederasi dan asosiasi di Amerika, termasuk Argentina dan Meksiko, serta dukungan dari Indonesia melalui PSSI.

Untuk mempertahankan jabatan pada pemilihan mendatang, Infantino membutuhkan mayoritas suara dari 211 asosiasi anggota FIFA, yakni 106 suara. Dukungan dari negara-negara seperti Meksiko dan Argentina menjadi kunci dalam strategi politiknya.

Situasi ini menunjukkan dinamika dan polarisasi dalam dunia sepak bola internasional yang berkaitan dengan tata kelola organisasi terbesar di olahraga tersebut.

Ke depan, bagaimana Infantino mengelola krisis ini dan membangun kembali kepercayaan dari seluruh anggota FIFA akan menjadi penentu stabilitas dan masa depan sepak bola global.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *