Kronologi Sengketa dan Penyelesaian Persib Bandung dengan Robert Rene Alberts Setelah Sanksi FIFA

Kronologi Sengketa dan Penyelesaian Persib Bandung dengan Robert Rene Alberts Setelah Sanksi FIFA

Suara PecariPersib Bandung sempat menghadapi sanksi FIFA Registration Ban akibat sengketa administrasi dengan mantan pelatihnya, Robert Rene Alberts. Masalah ini bermula dari kontrak pelatih asal Belanda tersebut yang berlaku hingga Mei 2025, namun berakhir lebih dini ketika Robert mengundurkan diri pada 2022.

Sengketa pembayaran sisa kontrak Robert Alberts memicu sanksi dari FIFA yang membuat Persib tidak dapat mendaftarkan pemain baru pada musim berjalan. Namun, pada 11 Agustus 2026, Persib berhasil menyelesaikan kewajibannya kepada Robert sehingga sanksi tersebut dicabut secara permanen.

Kronologi Sengketa

Robert Rene Alberts menjelaskan bahwa ia tidak pernah dipecat oleh manajemen Persib, melainkan mengundurkan diri secara sukarela dari posisi pelatih kepala. Setelah pengunduran dirinya, kewajiban pembayaran kontrak menjadi persoalan yang belum terselesaikan sepenuhnya.

Masalah ini semakin kompleks setelah terjadi pergantian kepengurusan di Persib Bandung. Pada Januari 2025, Robert bertemu dengan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, untuk membahas penyelesaian pembayaran sisa kontrak.

Kesepakatan Penyelesaian

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan pembayaran secara bertahap atau cicilan yang direncanakan berlangsung dari Maret hingga Desember 2025. Robert menyatakan bahwa keputusan ini diambil demi membantu klub dan menunjukkan pengertian terhadap situasi yang dihadapi Persib saat itu.

Robert juga memilih untuk tidak membawa masalah ini ke ranah publik selama proses penyelesaian berjalan, agar sengketa dapat diselesaikan secara profesional dan tidak menimbulkan masalah tambahan bagi semua pihak.

Dampak dan Klarifikasi

Sanksi FIFA yang sempat menghantam Persib membuat klub tidak dapat mendaftarkan pemain baru, yang berpotensi mengganggu persiapan tim dalam kompetisi. Namun, dengan penyelesaian kontrak yang telah tuntas, Persib kini bebas dari sanksi tersebut.

Robert juga mengungkapkan rasa kecewanya terhadap sejumlah komentar negatif yang muncul dan menyeret nama keluarganya tanpa mengetahui fakta sebenarnya. Oleh karena itu, ia merasa perlu memberikan klarifikasi untuk menjelaskan duduk perkara secara transparan dan objektif.

Persib Bandung dan Robert Rene Alberts menunjukkan sikap profesional dalam menyelesaikan sengketa ini, yang menjadi pelajaran penting bagi manajemen klub dalam menjaga hubungan baik dengan staf pelatih dan mengelola kontrak secara transparan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *