Siswa Madrasah Sadar Wisata, Ikut Gotong Royong Bersihkan Pantai Bersama Pemda

Siswa Madrasah Sadar Wisata, Ikut Gotong Royong Bersihkan Pantai Bersama Pemda

Suara Pecari, Meulaboh – Puluhan siswa madrasah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Barat turun langsung ke objek wisata Pantai Kasih, Meulaboh, pada Jumat, 17 Juli 2026, untuk mengikuti aksi gotong royong membersihkan kawasan pantai. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bagian dari implementasi program Adiwiyata sekolah dan wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap lingkungan. Dua madrasah yang berpartisipasi adalah Madrasah Aliah Negeri (MAN) 1 Aceh Barat dan Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Harapan Bangsa (HBS) Meulaboh. Keikutsertaan mereka menjadi warna tersendiri dalam agenda rutin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat yang mengusung tema “Indonesia Asri”.

Gotong Royong Lintas Elemen

Kegiatan gotong royong ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Setdakab Aceh Barat, kader partai politik, hingga para siswa dan guru. Plt Sekda Aceh Barat, Dr. Kurdi, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat, mengapresiasi partisipasi yang semakin beragam. “Alhamdulillah saat ini sekolah-sekolah, partai politik sudah ikut bergabung bergotong royong hari ini. Harapan kita Jumat depan ada dari elemen lain ikut, semakin ramai semakin baik dan semakin bersih Kota Meulaboh,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Para peserta menyisir bibir pantai untuk mengumpulkan sampah, terutama sampah plastik yang menjadi momok bagi lingkungan pesisir. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah; sampah plastik diangkut menggunakan armada DLH Aceh Barat, sementara sampah kayu dan ranting dimusnahkan dengan cara dibakar di lokasi. Proses pemilahan ini menunjukkan edukasi pengelolaan sampah yang baik, sejalan dengan prinsip reduce, reuse, recycle (3R).

Implementasi Program Adiwiyata dan “Berdampak”

Kepala MAN 1 Aceh Barat, Faisal, M.Pd., menegaskan bahwa madrasah tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan kepedulian dan budaya lingkungan kepada siswa. “Siswa yang turun ikut giat hari ini adalah karena panggilan hati nurani, mereka bukan hanya peduli lingkungan tempat belajar, tapi juga lingkungan Aceh Barat tempat mereka tinggal,” ujarnya didampingi Kepala MTsS HBS, Suandi, MA.

Keikutsertaan siswa madrasah ini merupakan wujud dari program “Berdampak” yang digagas Kemenag. Program ini mendorong madrasah untuk aktif berkontribusi dalam berbagai program pemerintah, termasuk pelestarian lingkungan. Kepala Kantor Kemenag Aceh Barat, Dr. Tgk. H. Khairul Azhar, MA., menyampaikan apresiasinya atas partisipasi para siswa. “Yang dilakukan siswa madrasah ini sangat positif dan berdampak. Siswa tidak hanya peduli lingkungan sekolah, tetapi juga lingkungan masyarakat. Keikutsertaan anak-anak kita dari madrasah ini bisa menjadi contoh, bahwa semua kita harus peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Data Partisipasi Madrasah

Berikut adalah data partisipasi madrasah dalam kegiatan gotong royong bersih pantai:

Nama MadrasahJenisJumlah Siswa
MAN 1 Aceh BaratNegeri±30
MTsS Harapan Bangsa (HBS)Swasta±20

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Lingkungan

Aksi gotong royong ini memberikan dampak langsung bagi kebersihan Pantai Kasih, salah satu objek wisata andalan Meulaboh. Dengan bersihnya pantai, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan dan mendorong sektor pariwisata lokal. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya ekosistem pesisir.

Implikasi jangka panjang dari partisipasi siswa madrasah adalah terbentuknya generasi yang sadar lingkungan dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Program Adiwiyata yang diusung sekolah tidak hanya berhenti di dalam kelas, tetapi teraplikasi dalam aksi nyata di lapangan. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan ke-14 (Ekosistem Lautan).

Kronologi Kegiatan

Berikut kronologi singkat kegiatan gotong royong bersih Pantai Kasih pada Jumat, 17 Juli 2026:

  1. Pukul 07.30 WIB: Peserta berkumpul di titik kumpul yang telah ditentukan.
  2. Pukul 08.00 WIB: Acara dibuka dengan pengarahan oleh Bupati Aceh Barat, Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Barat, didampingi Wakil Bupati Said Fadheil, SH, Sekda Dr. Kurdi, serta para asisten, staf ahli, kepala dinas, badan, dan kantor.
  3. Pukul 08.30 WIB: Seluruh peserta turun ke bibir pantai untuk membersihkan sampah.
  4. Pukul 11.00 WIB: Sampah terkumpul dipilah dan diangkut ke tempat pembuangan akhir.

Kegiatan diikuti oleh ASN Setdakab, siswa MAN 1 Aceh Barat, siswa MTsS Harapan Bangsa, guru, serta IPMS Meulaboh. Semua berbaur menjadi satu, menunjukkan semangat gotong royong yang kental.

Penutup: Harapan untuk Masa Depan

Di tengah hiruk pikuk pembangunan, aksi nyata seperti gotong royong bersih pantai oleh siswa madrasah menjadi oase yang menyegarkan. Mereka tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga turun langsung merawat bumi. Semoga semangat ini menular ke seluruh elemen masyarakat, sehingga kebersihan lingkungan bukan lagi sekadar wacana, melainkan budaya yang mengakar. Pantai Kasih yang bersih bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik kita semua, generasi sekarang dan yang akan datang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *