Bandara I Gusti Ngurah Rai Layani 13,2 Juta Penumpang hingga Juli 2026
Suara Pecari, Bali – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatatkan jumlah penumpang sebanyak 13,2 juta orang sepanjang periode Januari hingga Juli 2026. Dari total tersebut, rute internasional mendominasi dengan kontribusi sebesar 8,5 juta penumpang, sementara rute domestik menyumbang 4,7 juta penumpang.
Peran Strategis Bandara dalam Mobilitas dan Pariwisata
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menyatakan bahwa seluruh operasional kebandarudaraan berjalan lancar dan optimal selama periode tersebut. Bandara ini berperan sebagai pintu gerbang mobilitas udara di Bali, yang mendukung sektor pariwisata serta pergerakan masyarakat, baik domestik maupun internasional.
Volume Penerbangan dan Rute Terpadat
Selama tujuh bulan pertama tahun ini, lalu lintas penerbangan mencapai 80 ribu pergerakan pesawat, terdiri atas 43 ribu penerbangan rute internasional dan 36 ribu penerbangan domestik. Rute internasional tersibuk berasal dari dan menuju Singapura dengan 1,5 juta penumpang, diikuti Kuala Lumpur sebanyak 903 ribu penumpang.
Tiga kota di Australia juga mencatat volume tinggi, antara lain:
- Perth dengan 687 ribu penumpang
- Melbourne 630 ribu penumpang
- Sydney 494 ribu penumpang
Bandara ini dilayani oleh 44 maskapai yang terhubung ke 42 rute di 16 negara, dengan Australia sebagai negara penghubung terbanyak melalui 12 rute penerbangan.
Kedatangan Wisatawan Mancanegara
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Bali menerima 4 juta wisatawan mancanegara. Data Kantor Imigrasi Ngurah Rai menunjukkan bahwa wisatawan asal Australia mendominasi kunjungan dengan 1 juta orang, atau 25 persen dari total kedatangan. Negara pengunjung terbanyak berikutnya adalah China (358 ribu), India (327 ribu), Korea Selatan (174 ribu), dan Britania Raya (172 ribu).
Rute Domestik dan Peran Sebagai Bandara Hub
Untuk penerbangan domestik yang melayani 24 rute dari 11 maskapai, rute tersibuk adalah Cengkareng Jakarta dengan 2,1 juta penumpang. Rute populer lainnya meliputi Surabaya (738 ribu penumpang), Labuan Bajo (309 ribu), Makassar (258 ribu), dan Lombok Praya (253 ribu).
Nugroho menegaskan bahwa Bandara I Gusti Ngurah Rai juga menjalankan peran sebagai bandara hub yang menghubungkan penumpang mancanegara dan domestik ke berbagai destinasi sekitar, termasuk kawasan wisata seperti Labuan Bajo dan Lombok.
Aktivitas Pengangkutan Logistik
Selain pergerakan penumpang, bandara ini mencatat volume pengangkutan kargo sebesar 67 ribu ton, terbagi atas 50 ribu ton kargo internasional dan 17 ribu ton kargo domestik.
Komitmen Meningkatkan Pelayanan dan Standar Keamanan
Nugroho Jati menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi pijakan bagi pengelola untuk mempertahankan standar operasional ke depan. Catatan positif trafik penumpang hingga Juli 2026 menjadi momentum untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jasa bandara serta memastikan standar keamanan dan keselamatan penerbangan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









