Uji Coba 65 Kampung Nelayan Merah Putih, 273 Ton Ikan Berhasil Dipasarkan
Suara Pecari – Uji coba operasional 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap I telah berhasil memasarkan sebanyak 273,6 ton ikan dengan nilai transaksi mencapai Rp 11,10 miliar hingga 14 Agustus 2026. Program ini menunjukkan perkembangan positif dalam distribusi hasil perikanan ke berbagai daerah di Indonesia.
Fakta Utama Uji Coba KNMP Tahap I
KNMP tahap I telah menyalurkan hasil tangkapan dari sejumlah lokasi, antara lain Lampung, Sumbawa, Pandeglang, Sinjai, Lombok Tengah, Gorontalo, Tual, Konawe, hingga Merauke. Komoditas yang dipasarkan meliputi berbagai jenis ikan dan hasil laut seperti tuna, tuna loin, tuna fillet, cumi, gurita, tongkol, bawal, ikan demersal, dan kakap putih.
Pengembangan Usaha dan Pemanfaatan Fasilitas
Menurut Ketua Satgas Operasional KNMP, Victor Gustaaf Manoppo, fokus saat ini adalah memastikan pemanfaatan semua fasilitas yang tersedia dan pengelolaan koperasi agar unit usaha dapat beroperasi secara optimal. Fasilitas yang telah mulai digunakan meliputi cold storage, kapal penangkap ikan, kendaraan berpendingin, sentra kuliner, mesin, kios perbekalan, bengkel, hingga pabrik es.
Pemanfaatan fasilitas selama masa uji coba menghasilkan pendapatan sebesar Rp 1,29 miliar, menandakan KNMP sudah mulai beroperasi sebagai unit bisnis.
Pendampingan dan Dukungan KKP
Tim detasering Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pendampingan langsung di beberapa lokasi untuk memetakan potensi usaha, menjajaki mitra potensial, dan mempercepat tindak lanjut bersama pemerintah daerah, koperasi, dan pelaku usaha. Pendampingan mencakup aspek legalitas, perizinan usaha, pengembangan model bisnis rantai dingin, literasi keuangan, diversifikasi produk, serta fasilitasi sertifikasi seperti Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dan Sertifikat Penerapan Distribusi Ikan (SPDI).
Penguatan Kelembagaan dan Akses Permodalan
KKP juga memfasilitasi pertemuan pengelola KNMP dengan lembaga keuangan seperti Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk mendukung kebutuhan permodalan. Menurut Ali Rahmat Iman Santoso, Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, pembiayaan harus disesuaikan dengan kebutuhan usaha dan didukung oleh kelembagaan koperasi yang kuat serta rencana bisnis yang matang.
Strategi Pemasaran dan Pengembangan Mutu
Untuk memperluas pemasaran, KNMP dihubungkan dengan berbagai pelaku usaha dan lembaga terkait, termasuk eksportir, distributor, koperasi perikanan, dan kelompok pengolah hasil perikanan. Pendampingan kualitas dan keamanan pangan juga terus dilakukan, terutama pada fasilitas cold storage dan sarana distribusi, agar unit bisnis KNMP memenuhi standar kelayakan dan sertifikasi yang diperlukan.
Keberhasilan uji coba ini menjadi langkah awal yang penting dalam mengembangkan sektor perikanan melalui Kampung Nelayan Merah Putih, sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










