Kerugian Kebakaran Desa Adat Sade Rp 34 Miliar, 75 Rumah Adat dan 69 Art Shop Hangus
Suara Pecari, Lombok Tengah – Kebakaran hebat yang melanda Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu malam (22/8/2026) mengakibatkan kerugian besar mencapai Rp 34 miliar. Kejadian ini menghanguskan 75 unit rumah adat dan 69 art shop yang menjadi pusat ekonomi masyarakat setempat.
Kerugian Materi dan Warisan Budaya
<pMenurut Staf Ahli Bupati Lombok Tengah Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Lalu Sungkul, total kerugian dihitung bersama pemerintah daerah dan aparat kepolisian. Kebakaran tidak hanya merusak rumah warga tetapi juga bangunan penting seperti Masjid Jamix27 Sade, yang selama ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat adat Sade.
Kehilangan paling signifikan dari sisi warisan budaya adalah musnahnya 75 rumah adat Sasak, termasuk bale beleq, rumah besar yang menyimpan benda pusaka leluhur masyarakat. Selain itu, menara panggang atau Pelunggu juga ikut terbakar, menambah kerusakan pada aset budaya yang menjadi identitas Desa Adat Sade.
Dampak Ekonomi pada Masyarakat
Kebakaran juga berdampak besar pada sektor ekonomi. Sebanyak 69 art shop yang menjual kerajinan khas Lombok hangus terbakar. Art shop ini merupakan sumber penghidupan utama warga, menyediakan berbagai hasil tenunan dan pernak-pernik tradisional yang diminati wisatawan. Kehilangan toko dan barang dagangan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan masyarakat setempat, mengingat Sade merupakan destinasi wisata budaya utama di Lombok.
Penyebab Kebakaran dan Penyelidikan
Hingga Selasa (25/8/2026), penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Dugaan awal yang berkembang di masyarakat adalah korsleting listrik, namun hal ini belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari Laboratorium Forensik Polri. Pemerintah dan aparat berwenang terus melakukan investigasi untuk memastikan sumber api dan faktor penyebab kebakaran.
Upaya Penanganan dan Bantuan
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama pemerintah desa dan aparat kepolisian telah melakukan pendataan kerugian dan menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak. Kementerian Sosial juga turut memberikan bantuan untuk mendukung pemulihan masyarakat di Kampung Adat Wisata Sade.
Signifikansi dan Perlindungan Warisan Budaya
Desa Adat Sade merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Sasak dan Lombok secara keseluruhan. Rumah adat, bale beleq, dan pelengkap lainnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal dan aktivitas sosial, tapi juga sebagai simbol identitas dan sejarah yang diwariskan secara turun-temurun. Kerusakan akibat kebakaran ini menjadi tantangan besar untuk pelestarian warisan budaya dan pemulihan ekonomi masyarakat adat Sade.
Penting bagi pemerintah serta pihak terkait untuk segera melakukan langkah-langkah perlindungan dan rehabilitasi agar Desa Adat Sade dapat pulih dan tetap menjadi destinasi wisata budaya yang menarik serta menjaga kelangsungan tradisi yang ada.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









