PT DSI Dorong Optimalisasi Ekspor Komoditas Strategis hingga USD 5 M per Tahun
Suara Pecari – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mengambil langkah strategis untuk mengoptimalkan ekspor komoditas strategis Indonesia hingga mencapai nilai sekitar USD 5 miliar per tahun. Perusahaan ini dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2026 dengan mandat memperkuat transparansi, tata kelola, dan nilai ekspor sumber daya alam strategis nasional.
Mandat dan Fokus PT DSI
DSI menjalankan mandatnya dengan fokus utama pada tiga komoditas strategis, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy. Dalam pelaksanaannya, DSI menjaga kelancaran arus ekspor dan kepastian berusaha bagi pelaku industri tanpa mengubah hubungan komersial antara eksportir dan pembeli. Hal ini ditegaskan oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, yang menyatakan pentingnya tata kelola yang kuat dan sistem akuntabel untuk memastikan nilai dari komoditas tersebut dapat dioptimalkan bagi kepentingan nasional.
Data dan Kapabilitas Analitik
Sejak beroperasi, DSI telah mengumpulkan dan menganalisis sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai mencapai lebih dari USD 14 miliar dan volume lebih dari 90 juta ton. Data ini mencakup arus perdagangan melalui lebih dari 50 pelabuhan di 25 provinsi dan mengarah ke lebih dari 100 negara tujuan. DSI mengintegrasikan data ekspor domestik dengan referensi harga pasar global untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai harga, volume, kualitas, klasifikasi Harmonized System (HS), kapal pengangkut, dan pasar tujuan ekspor.
Peran dan Struktur Organisasi
PT DSI berperan sebagai pengawas dan pemantau transaksi ekspor untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Dewan Komisaris DSI dipimpin oleh Komisaris Utama Cipung Noer, dengan anggota berpengalaman di bidang industri, pertambangan, ekonomi, dan pasar keuangan. Sementara itu, jajaran Direksi dipimpin oleh Direktur Utama Luke Mahony dan didukung oleh Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, serta Hukum Kepatuhan.
Strategi dan Rencana Pengembangan
Implementasi mandat DSI dilakukan secara bertahap, dimulai dengan integrasi data dan analitik transaksi untuk ketiga komoditas utama. DSI berencana memperluas pemantauan dengan melacak kapal, memvalidasi negara tujuan, dan melakukan rekonsiliasi devisa hasil ekspor. Pada tahap selanjutnya, perusahaan ini diproyeksikan menjadi perantara tunggal untuk komoditas dalam cakupannya, sambil tetap menjaga hubungan komersial yang sudah ada dan memastikan keberlanjutan ekspor.
Signifikansi dan Dampak
Optimalisasi nilai ekspor komoditas strategis oleh PT DSI diharapkan dapat meningkatkan kontribusi devisa nasional dan memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam. Pendekatan berbasis data yang diterapkan DSI memberikan transparansi dan kepastian berusaha bagi pelaku industri, sekaligus membantu pemerintah dalam mengawasi dan mengelola perdagangan komoditas secara efektif.
Direktur Utama DSI, Luke Mahony, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan adalah membangun sistem yang kredibel dan berkelanjutan untuk mendukung ekosistem ekspor yang transparan dan efisien.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










