Rencana Penghapusan Batas Harga Saham, Kenapa Saham GOTO Diuntungkan?

Rencana Penghapusan Batas Harga Saham, Kenapa Saham GOTO Diuntungkan?

Suara PecariBursa Efek Indonesia (BEI) berencana menurunkan batas minimum harga saham di pasar reguler dan pasar tunai dari Rp 50 menjadi Rp 1. Kebijakan ini berpotensi memberikan dampak signifikan bagi saham yang selama ini terjebak di level harga minimum, termasuk saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Harga saham GOTO telah stagnan di level Rp 50 selama beberapa bulan terakhir, terutama setelah pemerintah menetapkan batas maksimal potongan komisi aplikator sebesar 8%. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di pasar terkait potensi penurunan margin dan kinerja keuangan perusahaan. Namun, secara fundamental, GOTO menunjukkan kinerja positif dengan laba bersih mencapai Rp 252 miliar pada kuartal II 2026 dan total pendapatan yang meningkat signifikan.

Dampak Penghapusan Batas Harga Minimum Saham

Penghapusan batas harga saham minimum dari Rp 50 menjadi Rp 1 membuka ruang bagi mekanisme price discovery yang lebih fleksibel. Saham yang sebelumnya terkunci di harga Rp 50 dapat bergerak lebih rendah sesuai dengan keseimbangan permintaan dan penawaran di pasar. Hal ini memungkinkan harga saham mencerminkan kondisi fundamental dan persepsi pasar secara lebih akurat.

Menurut analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, kebijakan ini berpotensi menjadi sentimen positif karena memberi ruang bagi harga saham untuk menyesuaikan diri secara alami tanpa hambatan batas harga minimum. Namun, penurunan harga tidak otomatis terjadi karena harga akhir akan sangat bergantung pada kekuatan supply dan demand.

Aktivitas Perdagangan Saham GOTO

Perdagangan saham GOTO di pasar reguler menunjukkan antrean jual yang sangat besar dengan volume mencapai ratusan juta lot pada harga Rp 50 per saham. Meski demikian, volume transaksi yang terealisasi di pasar reguler relatif kecil, menunjukkan adanya tekanan jual yang belum terserap pasar.

Sementara itu, pasar negosiasi memperlihatkan aktivitas berbeda dengan transaksi saham GOTO yang dilakukan pada harga jauh di bawah Rp 50, bahkan ada yang mencapai Rp 2 hingga Rp 40 per saham. Rata-rata harga di pasar negosiasi sekitar Rp 22 per saham, menunjukkan adanya penawaran saham dengan harga lebih rendah di luar pasar reguler.

Risiko dan Peluang bagi Investor

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menegaskan bahwa meskipun saham GOTO berpotensi bergerak hingga Rp 1, penurunan tersebut tidak otomatis terjadi hanya karena perubahan batas harga. Harga saham tetap bergantung pada fundamental perusahaan, sentimen pasar, serta kekuatan jual dan beli.

Kebijakan ini juga memberikan manfaat dengan membuka kembali pergerakan saham yang selama ini terblokir di level Rp 50, sehingga proses pembentukan harga menjadi lebih mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya. Namun, Liza mengingatkan bahwa harga rendah tidak selalu mencerminkan valuasi murah secara fundamental dan investor perlu berhati-hati terhadap spekulasi serta risiko volatilitas yang tinggi pada saham dengan harga nominal rendah.

Kinerja Keuangan dan Tantangan Saham GOTO

Meski harga saham tertekan, GOTO mencatatkan peningkatan laba bersih yang signifikan hingga semester pertama 2026, dengan pendapatan yang tumbuh 28,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Segmen layanan on-demand dan delivery menunjukkan peningkatan margin dan jumlah pengguna dengan pengeluaran tinggi, menjadi pendorong utama kinerja perusahaan.

Namun, tekanan terhadap saham GOTO juga muncul dari keluarnya perusahaan ini dari indeks MSCI Global Standard pada Agustus 2026 karena rendahnya likuiditas saham, yang berpotensi mengakibatkan dana pasif keluar hingga Rp 1 triliun. Kondisi ini menambah tantangan bagi saham GOTO untuk kembali menarik minat investor institusi dan asing.

Kebijakan BEI menurunkan batas harga minimum saham diharapkan dapat memperbaiki likuiditas dan mekanisme perdagangan untuk saham seperti GOTO, memberikan peluang bagi pasar untuk menemukan harga keseimbangan yang lebih realistis sesuai kondisi fundamental dan dinamika pasar.

Investor disarankan untuk memperhatikan faktor fundamental dan dinamika pasar secara seksama dalam mengambil keputusan investasi pada saham berharga rendah, termasuk saham GOTO, untuk menghindari risiko tinggi akibat volatilitas dan spekulasi pasar.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *