Ekonomi Banten Tumbuh 5,49 Persen, Lampaui Nasional

Ekonomi Banten Tumbuh 5,49 Persen, Lampaui Nasional

Suara Pecari, SerangEkonomi Provinsi Banten mencatat pertumbuhan sebesar 5,49 persen secara tahunan pada Triwulan II 2026, mengungguli pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,29 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan domestik yang kuat, sektor industri pengolahan, investasi, konstruksi, serta perdagangan.

Performa Ekonomi Banten Triwulan II 2026

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, menyampaikan bahwa ekonomi Banten tumbuh 5,49 persen secara tahunan dan 1,24 persen secara kuartalan pada periode ini. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi selama Semester I 2026 mencapai 5,57 persen.

Meski pertumbuhan pada Triwulan II mengalami perlambatan dibandingkan Triwulan I yang mencapai 5,64 persen, hal ini dinilai masih dalam fase normalisasi setelah dorongan momentum Hari Besar Keagamaan Nasional. Sofwan menegaskan bahwa perlambatan tersebut belum menunjukkan perubahan fundamental pada kondisi ekonomi daerah.

Sektor Penopang Pertumbuhan

Industri pengolahan menjadi sektor utama yang menopang ekonomi Banten dengan kontribusi sebesar 30,36 persen terhadap struktur ekonomi daerah dan pertumbuhan 4,87 persen secara tahunan. Konsumsi rumah tangga juga tumbuh signifikan sebesar 5,09 persen, memberikan kontribusi terbesar bagi pertumbuhan ekonomi dengan andil 2,81 poin persentase.

Investasi juga mencatat perkembangan positif dengan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 5,39 persen secara tahunan. Realisasi investasi pada Triwulan II 2026 mencapai Rp31,89 triliun, meningkat 7,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, realisasi investasi selama Semester I 2026 mencapai Rp66,3 triliun, menempatkan Banten di posisi kelima nasional.

Prospek Ekonomi dan Kondisi Kredit

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Banten akan tetap positif pada Triwulan III 2026. Faktor pendukung meliputi peningkatan belanja masyarakat, pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai 6,84 persen secara tahunan, serta keberlanjutan proyek konstruksi dan pembayaran proyek yang stabil.

Kredit investasi menunjukkan pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan sebesar 14,66 persen, sementara rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat terkendali di angka 2,92 persen.

Ketenagakerjaan dan Inflasi

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banten menurun menjadi 6,48 persen pada Mei 2026, seiring dengan bertambahnya sekitar 57 ribu tenaga kerja yang terserap. Namun, proporsi tenaga kerja formal baru mencapai 48,99 persen, dengan pergeseran sebagian tenaga kerja ke sektor informal dan pertanian yang masih menjadi perhatian.

Dari sisi harga, inflasi di Banten relatif terkendali dengan deflasi 0,22 persen secara bulanan pada Juli 2026 dan inflasi tahunan sebesar 2,49 persen. Faktor penurunan harga termasuk peningkatan pasokan bawang merah dan cabai, penurunan harga emas perhiasan, serta pelaksanaan Program Sekolah Gratis.

Kontribusi Ekonomi Banten

Banten menyumbang sekitar 6,67 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 3,86 persen terhadap perekonomian nasional Indonesia. Capaian ini menunjukkan posisi strategis Banten dalam perekonomian regional dan nasional.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *