IWAK, Arak Bali yang Ingin Mendunia

IWAK, Arak Bali yang Ingin Mendunia

Suara Pecari – Minuman arak, hasil fermentasi dan distilasi tradisional Indonesia, khususnya Bali, kini tengah mendapatkan perhatian baru untuk menembus pasar global. IWAK Arak Bali, produk yang berbahan dasar nira bunga kelapa, aren, dan bunga lontar, diproduksi melalui proses fermentasi dan distilasi dua kali, kemudian disimpan selama lebih dari dua tahun untuk menghasilkan aroma dan rasa khas.

Perjalanan IWAK Menuju Legalitas dan Pasar Global

Awal perjalanan IWAK sebagai produk legal dimulai ketika Nathan Santoso, seorang penggiat pemberdayaan UMKM dan lulusan universitas di Boston, Amerika Serikat, terlibat membantu usaha pembuatan arak yang dijalankan oleh seorang wanita yang dianggapnya sebagai ibu angkat. Setelah mendapatkan izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan pengurusan pita cukai, IWAK resmi menjadi minuman beralkohol yang dapat dipasarkan secara umum di Indonesia.

Strategi Branding dan Kolaborasi

Nathan melanjutkan dengan berbagai strategi branding dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah provinsi dan pusat, kementerian perindustrian, dan kementerian ekonomi kreatif. IWAK diposisikan sebagai minuman beralkohol khas Indonesia yang setara dengan minuman internasional seperti whisky, tequila, dan rum.

Keikutsertaan IWAK dalam acara internasional seperti G20 di Bali serta kehadirannya di hotel bintang lima di Bali dan Jakarta yang sering dikunjungi wisatawan dan ekspatriat, menjadi bukti langkah nyata untuk memperkenalkan budaya Indonesia melalui arak Bali ke panggung dunia.

Karakter dan Fungsi IWAK dalam Budaya Minum

Berbeda dengan persepsi umum bahwa arak hanya untuk tujuan mabuk, IWAK diposisikan sebagai minuman yang cocok sebagai teman ngobrol dalam acara gathering atau peluncuran produk kelas atas. Hal ini menunjukkan upaya untuk mengangkat citra arak sebagai bagian dari budaya sosial yang bernilai dan bukan sekadar minuman keras.

Dampak dan Harapan

Upaya Nathan Santoso dalam memasarkan IWAK secara legal dan profesional tidak hanya membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM, tetapi juga memberikan nilai tambah pada pelestarian budaya tradisional Indonesia. Dengan dukungan regulasi dan kolaborasi lintas sektor, IWAK berpotensi menjadi simbol minuman khas Indonesia yang mendunia.

Perjalanan IWAK menunjukkan bahwa produk tradisional yang sempat diremehkan dapat berkembang dan bersaing di pasar internasional dengan pendekatan yang tepat, legalitas yang jelas, dan branding yang kuat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *