Kebijakan Ekspor Satu Pintu Mengkhawatirkan Industri Sawit

Kebijakan Ekspor Satu Pintu Mengkhawatirkan Industri Sawit

Suara Pecari | Jakarta – Kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam mulai mendapatkan perhatian serius dari pelaku industri sawit. Kebijakan ini, yang diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato RAPBN 2027 di DPR RI, dianggap berpotensi mempengaruhi stabilitas harga sawit di tanah air.

Pemerintah telah menunjuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia sebagai pengelola tunggal untuk ekspor komoditas strategis, termasuk sawit. Mansuetus Darto, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Perkebunan Sawit Indonesia (APPSI), menyoroti bahwa kebijakan ini dapat berdampak negatif, terutama pada harga Crude Palm Oil (CPO) yang langsung merosot setelah pengumuman tersebut.

Darto mencatat, harga CPO di beberapa lokasi mengalami penurunan hingga Rp800 per kilogram, sementara harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang diterima petani juga tergerus antara Rp100 hingga Rp200 per kilogram. Penurunan harga ini semakin menekan posisi petani sawit yang sudah berada dalam kondisi sulit.

Ia juga menyatakan bahwa ketidakpastian kebijakan ini dapat memicu spekulasi di pasar sawit nasional. Beberapa pabrik sawit dikabarkan mulai menahan pembelian TBS dari petani, serta mengurangi pembelian CPO dari pihak ketiga, yang dapat memperburuk posisi petani sawit kecil.

Darto mengingatkan bahwa pengalaman sebelumnya, ketika ekspor sawit dihentikan, telah menyebabkan gejolak di pasar. Kebijakan tersebut mematikan transaksi antara perusahaan dan petani, dan situasi saat ini dipenuhi dengan spekulasi yang merugikan.

Di sisi lain, Pahendra Sinadia selaku Ketua Komite Tambang dan Mineral Apindo mengingatkan pentingnya kepastian hukum dan stabilitas regulasi bagi pelaku usaha. Ia mengkhawatirkan bahwa mekanisme ekspor melalui PT Danantara yang baru ini masih memerlukan pembahasan teknis yang mendalam. Perubahan sistem yang mendasar dapat memengaruhi kontrak dagang dan daya saing ekspor Indonesia.

Para pelaku industri berharap agar pemerintah melibatkan pengusaha dalam diskusi sebelum menerapkan kebijakan ekspor satu pintu secara penuh. Hal ini dianggap penting untuk menjaga kepastian usaha dan stabilitas perdagangan komoditas nasional.

Kebijakan ekspor satu pintu ini diharapkan tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga solusi bagi industri sawit yang sedang berjuang untuk mempertahankan daya saing di pasar global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan