Presiden Prabowo Bahas Strategi Antisipasi Krisis Ekonomi dengan Ekonom Senior

Presiden Prabowo Bahas Strategi Antisipasi Krisis Ekonomi dengan Ekonom Senior

Suara Pecari | Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan sejumlah ekonom senior di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 22 Mei 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan pengalaman masa lalu dalam menghadapi tekanan ekonomi dan strategi untuk mengantisipasi dinamika global yang sedang berlangsung.

Beberapa tokoh penting yang hadir dalam pertemuan tersebut termasuk mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, mantan Menko Perekonomian Lukita Dinarsyah Tuwo, dan mantan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzetta. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan bahwa para ekonom tersebut berbagi pengalaman terkait berbagai krisis ekonomi, mulai dari krisis keuangan 1998, lonjakan harga minyak, hingga inflasi tinggi yang pernah melanda Indonesia.

Airlangga menyampaikan bahwa dalam diskusi, para ekonom mengingat periode ketika inflasi mencapai puncaknya, yang pernah mencapai angka 17 persen. Ia juga menyoroti pengalaman Indonesia menghadapi krisis minyak pada tahun 2005, ketika harga minyak melambung hingga 140 dolar AS per barel, yang berdampak signifikan terhadap inflasi yang dapat melonjak hingga 27 persen.

Walaupun menghadapi tantangan, Airlangga optimis bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih stabil, dengan fundamental yang kuat. Ia mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 telah mencapai 5,61 persen. “Jika kita bandingkan dengan situasi sebelumnya, kondisi makro ekonomi kita saat ini lebih baik, dengan depresiasi rupiah yang tercatat sekitar 5 persen,” jelasnya.

Pertemuan ini menghasilkan banyak masukan penting bagi pemerintah untuk mempersiapkan diri menghadapi tekanan ekonomi global dan menjaga stabilitas sektor keuangan nasional. Presiden Prabowo juga meminta jajaran kementerian ekonomi, terutama Menteri Keuangan, untuk memantau regulasi guna memperkuat sektor keuangan dan menjaga prinsip kehati-hatian perbankan.

Sementara itu, Purbaya, salah satu ekonom yang hadir, menyatakan bahwa dirinya diminta oleh Presiden untuk mempelajari masukan yang diberikan oleh para ekonom senior tersebut. “Kami akan mempelajari berbagai pengalaman yang mereka sampaikan, terutama tentang krisis yang pernah terjadi,” ujarnya.

Burhanuddin Abdullah juga mengungkapkan bahwa ia telah memberikan sejumlah usulan kepada Presiden, meski ia enggan merinci lebih jauh mengenai isi usulan tersebut. “Saya hanya memberikan beberapa ide umum, dan Presiden meminta Menteri Keuangan untuk memikirkan hal-hal tersebut ke depan,” ujarnya.

Pertemuan ini dihadiri juga oleh beberapa pejabat penting lainnya, termasuk Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Diskusi ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk menjaga kestabilan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan