Menkop Ferry Juliantono Tegaskan KDMP Belum Gagal, Ungkap Fungsi Utama dan Dukungan Manajer

Menkop Ferry Juliantono Tegaskan KDMP Belum Gagal, Ungkap Fungsi Utama dan Dukungan Manajer

Suara Pecari – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) belum dapat dianggap gagal meskipun masih dalam tahap persiapan operasional. Ferry juga menjelaskan tiga fungsi utama KDMP serta mengungkapkan rincian terkait gaji manajer dan pegawai yang terlibat dalam program ini.

Pembentukan badan usaha koperasi telah hampir rampung di hampir seluruh desa dan kelurahan di Indonesia, dengan sekitar 80.000 badan usaha koperasi yang telah memiliki akta resmi. Untuk pembangunan fisik, sebanyak sekitar 21.400 bangunan gudang dan sarana pendukung sudah selesai dibangun dan siap beroperasi, sementara 13.900 bangunan lain masih dalam proses pembangunan. Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 30.000 bangunan fisik selesai pada tahun ini dengan peresmian yang direncanakan pada September atau Oktober 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto.

Fungsi Utama KDMP

Menteri Ferry Juliantono memaparkan tiga fungsi utama KDMP, yaitu:

  • Pengembangan dan pemberdayaan ekonomi desa: KDMP berperan sebagai wadah utama untuk menggerakkan perekonomian mikro dan kecil di tingkat desa melalui koperasi yang terorganisir dengan baik.
  • Penyerapan produk UMKM lokal: KDMP didorong untuk memprioritaskan produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal seperti kecap, sambal, hingga produk kerajinan tangan untuk dipasarkan, sehingga memutus rantai tengkulak dan membantu produk desa lebih berkembang.
  • Distribusi barang bersubsidi secara langsung: KDMP juga menjadi saluran resmi untuk menyalurkan barang-barang bersubsidi seperti minyak goreng dan pupuk kepada masyarakat, guna memotong rantai pasok yang panjang dan menjaga kestabilan harga.

Penanganan Lokasi dan Operasional

Ferry Juliantono mengakui adanya beberapa lokasi KDMP yang dianggap kurang ideal, seperti bangunan yang berada dekat pemakaman atau area dengan akses yang sulit. Namun, jumlah lokasi tersebut sangat kecil dibandingkan dengan total pembangunan yang telah dilakukan. Pemerintah telah melakukan musyawarah untuk menangani persoalan tersebut.

Untuk memastikan operasional koperasi berjalan efektif, pemerintah menempatkan manajer di masing-masing KDMP. Manajer ini akan mendapatkan pendampingan selama dua tahun dari PT Agrinas Pangan Nusantara, yang juga bekerja sama dengan TNI dalam mendukung program tersebut.

Dukungan dan Transformasi Koperasi

Menkop Ferry Juliantono juga mendorong transformasi koperasi agar tidak lagi hanya berfokus pada aspek kelembagaan, tetapi harus aktif mengembangkan bisnis dan usaha. Transformasi ini merupakan bagian dari mandat Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi nasional.

Strategi yang disiapkan Kementerian Koperasi meliputi rebranding koperasi agar lebih modern dan menarik terutama bagi generasi muda, serta mendorong digitalisasi dalam pengelolaan koperasi. Pemerintah juga mengajak koperasi untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pondok pesantren dan komunitas masyarakat, serta menggagas pembentukan koperasi di lingkungan masjid.

Dengan langkah ini, diharapkan koperasi dapat berkembang lebih produktif di sektor produksi, distribusi, industri, dan keuangan, sekaligus mampu memberdayakan ekonomi masyarakat desa secara lebih luas dan berkelanjutan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *