Personel Gabungan Berhasil Padamkan Sebagian Titik Api di Gunung Ciremai

Suara Pecari, Kuningan – Personel gabungan berhasil memadamkan sebagian titik api yang membakar kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Upaya ini melibatkan sekitar 100 personel gabungan dari berbagai instansi dan komunitas, dengan koordinasi intensif untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan yang melanda area tersebut.

Upaya Pemadaman dan Pencegahan Api

Berbagai langkah telah diambil untuk memadamkan api dan mencegah perambatan lebih luas, di antaranya pembuatan sekat bakar di sepanjang lintasan tepi api yang bertujuan menghentikan penyebaran api ke area vegetasi yang rapat. Selain itu, personel gabungan melakukan penyisiran (mopping up) dan pemadaman sisa bara asap untuk mencegah penyalaan ulang (reignisi).

Baca juga:

Personel gabungan yang terlibat berasal dari BPBD Kabupaten Kuningan, BPBD Jawa Barat, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Masyarakat Peduli Api, TNI, POLRI, Satpol PP, Damkar Kabupaten Kuningan, relawan komunitas pecinta alam, serta warga lokal. Mereka juga dibekali alat pelindung diri seperti masker, kacamata goggle, dan helm, serta mendapat distribusi air minum dan makanan untuk mendukung operasional di lapangan.

Peran Gubernur Jawa Barat dan Dukungan Tambahan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut hadir di lokasi untuk memantau langsung dan ikut berpartisipasi dalam pemadaman api. Ia mengajak komunitas dan warga desa setempat untuk bersama-sama membuat sekat bakar dan memberikan honor Rp250.000 per hari bagi setiap orang yang membantu upaya pemadaman.

Selain itu, Dedi Mulyadi berencana berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk membuat hujan buatan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Upaya pemadaman dari udara dengan water bombing menggunakan helikopter juga akan dilaksanakan dengan dukungan TNI AU.

Tantangan Medan dan Kondisi Kebakaran

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali, menyampaikan bahwa medan yang terjal, berbukit, dan berbatu menjadi tantangan besar dalam pengendalian kebakaran. Kondisi ini menyulitkan akses kendaraan pemadam dan mobilitas personel di lapangan. Angin kencang yang berubah-ubah arah juga memicu munculnya bara api baru (spotting), sementara sumber air yang cukup jauh dari titik api menambah kesulitan pemadaman.

Area yang terbakar berada di Blok Sipenpen Batu Arca, Wilayah I Kuningan, pada ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Vegetasi yang terkena dampak meliputi semak belukar, alang-alang, serasah kering, dan tegakan pohon pinus.

Baca juga:

Koordinasi dan Pemantauan

Personel gabungan terus memantau pergerakan titik api dan arah angin dari posko lapangan untuk mengantisipasi perkembangan situasi. Koordinasi rutin dilakukan bersama pihak Pemkab Kuningan, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, dan pemangku kepentingan terkait. Personel juga disiagakan di titik-titik rawan perbatasan sekat bakar hingga malam hari guna memastikan api tidak kembali menyala.

Dengan upaya gabungan dan dukungan berbagai pihak, diharapkan kebakaran hutan dan lahan di Gunung Ciremai dapat segera terkendali dan dampaknya terhadap lingkungan dan pariwisata kawasan dapat diminimalkan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *