Mensos Pastikan Siswa Sekolah Rakyat Berasal dari Keluarga Kurang Mampu, Data DTSEN Jadi Acuan
Suara Pecari | Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan bahwa seluruh siswa yang diterima di Sekolah Rakyat (SR) di seluruh Indonesia berasal dari keluarga kurang mampu. Pernyataan ini disampaikan dalam kunjungannya ke Aceh Besar pada Senin, 8 Juni 2026. Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Mensos Siswa Sekolah Rakyat Berasal dari Keluarga Kurang Mampu LPP RRI menjadi fokus utama dalam kebijakan ini.
Mensos menjelaskan bahwa proses rekrutmen tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka. Sebaliknya, data calon siswa diambil dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya keluarga yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2. Petugas dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial, dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) akan melakukan penjangkauan langsung ke rumah-rumah untuk memverifikasi kelayakan calon siswa. “Sekolah Rakyat tidak membuka rekrutmen, tapi melakukan penjangkauan terhadap mereka yang masuk dalam data keluarga kurang mampu. Petugas akan melakukan verifikasi langsung ke rumah-rumah guna validasi seluruh data sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Mensos. Dengan demikian, Mensos Siswa Sekolah Rakyat Berasal dari Keluarga Kurang Mampu LPP RRI terjamin akurasinya.
Setelah verifikasi, calon siswa yang memenuhi kriteria akan dimintai persetujuan sebelum ditetapkan sebagai peserta didik. Saifullah berharap semua pihak memberikan data yang jujur dan terbuka agar program ini benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan. “Saya berharap kepada semua pihak untuk memberikan data secara jujur dan terbuka. Sehingga seluruh siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan studi di sekolah yang telah disiapkan pemerintah yakni Sekolah Rakyat,” katanya. Program ini menargetkan penerimaan 36.000 siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027, meningkat signifikan dari 15.000 siswa tahun sebelumnya. Pemerintah optimistis jumlah ini akan terus bertambah seiring pembangunan fisik Sekolah Rakyat yang lebih luas. Mensos Siswa Sekolah Rakyat Berasal dari Keluarga Kurang Mampu LPP RRI menjadi kunci dalam pemerataan pendidikan.
Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi instrumen penting dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan sistem penjangkauan berbasis data, pemerintah memastikan bantuan tepat sasaran. Kebijakan ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena mengurangi kesenjangan pendidikan. Ke depannya, Mensos dan jajarannya akan terus memantau pelaksanaan program agar sesuai dengan tujuan awal. Mensos Siswa Sekolah Rakyat Berasal dari Keluarga Kurang Mampu LPP RRI menjadi komitmen nyata pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial.
Kesimpulannya, program Sekolah Rakyat merupakan langkah konkret dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan. Dengan data yang akurat dan verifikasi lapangan, diharapkan tidak ada lagi anak kurang mampu yang tertinggal. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini demi masa depan bangsa yang lebih cerah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












