Tim DVI Buka Pos Ante-Mortem di Pelabuhan Benteng, Identifikasi Korban KM Nurul Salsa
Suara Pecari, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Sulawesi Selatan telah mendirikan pos Ante-Mortem di area terminal Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. Pos pengumpulan data diri korban ini merupakan bagian dari upaya identifikasi korban kapal motor (KM) Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada pekan lalu.
Operasi DVI: Prosedur Standar Penanganan Bencana Massal
Ketua Tim DVI Biddokes Polda Sulsel, Kompol Abdul Rahman, menjelaskan bahwa pembentukan Pos Ante-Mortem merupakan prosedur standar dalam penanganan kecelakaan massal. Pos ini bertujuan menyiapkan data pembanding apabila proses identifikasi korban diperlukan. “Untuk mempermudah identifikasi para korban kapal KM Nurul Salsa yang ditemukan nantinya,” kata Abdul Rahman dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Tim DVI saat ini tengah mengumpulkan data Ante-Mortem dari keluarga korban sebagai langkah antisipasi. Data yang dikumpulkan meliputi identitas lengkap, ciri-ciri fisik, pakaian terakhir yang dikenakan, rekam medis, data gigi, sidik jari, hingga informasi lain yang dapat membantu proses identifikasi. Data ini akan menjadi pembanding dalam proses identifikasi korban yang memerlukan verifikasi.
Jenis Data Ante-Mortem yang Dikumpulkan
| Jenis Data | Keterangan |
|---|---|
| Identitas | Nama lengkap, alamat, nomor telepon, pekerjaan |
| Ciri-ciri Fisik | Tinggi, berat badan, warna kulit, tanda lahir, tato, bekas luka |
| Pakaian Terakhir | Jenis, warna, merek, ukuran pakaian yang dikenakan saat kejadian |
| Rekam Medis | Riwayat penyakit, operasi, alergi, obat-obatan rutin |
| Data Gigi | Rekam medis gigi, foto gigi, ciri khusus gigi |
| Sidik Jari | Sidik jari dari barang pribadi korban atau data sebelumnya |
| Informasi Lain | Perhiasan, aksesori, barang bawaan, ciri khas lainnya |
Abdul Rahman mengharapkan kerja sama seluruh keluarga korban untuk datang ke Posko Ante-Mortem dan memberikan data diri anggota keluarganya. “Semakin lengkap data yang kami peroleh, maka proses identifikasi nantinya akan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan akurat apabila dibutuhkan,” harapnya.
Apresiasi Kapolres Selayar atas Respons Cepat Tim DVI
Kapolres Selayar, AKBP Didid Imawan, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Biddokkes Polda Sulsel yang telah mengirimkan Tim DVI untuk mendukung operasi kemanusiaan. “Kehadiran Tim DVI merupakan kesiapsiagaan yang sangat penting dalam mendukung operasi kemanusiaan yang sedang berlangsung,” kata Didid. Kapolres juga mengajak keluarga korban untuk memanfaatkan keberadaan Posko Ante-Mortem dengan memberikan data yang diperlukan Tim DVI.
Tim SAR Perluas Area Pencarian
Sementara itu, Tim SAR terus melakukan pencarian terhadap korban KM Nurul Salsa. Pada hari ke-4 pencarian, SAR memperluas area pencarian menjadi 408 nautical mile persegi. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pergerakan arus, angin, serta kemungkinan hanyutnya para korban dan penemuan life jacket.
“Pada hari keempat ini kami memperluas area pencarian menjadi 448 nautical mile persegi,” kata Arif. Operasi SAR melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, Pos SAR Selayar, kapal nelayan, serta berbagai instansi terkait.
Pembagian Sektor Pencarian
| SRU | Luas Area | Wilayah | Sarana |
|---|---|---|---|
| SRU 1 | 140 nm² | Perairan Pulau Sabalana dan Pulau Mataalang | Kapal nelayan dari Kepulauan Sabalan |
| SRU 2 | 308 nm² | Perairan Pulau Mataalang hingga Selat Makassar | KN SAR Kamajaya 104 |
“Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar,” harapnya.
Kronologi Tenggelamnya KM Nurul Salsa
KM Nurul Salsa dilaporkan tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal yang mengangkut 78 orang tersebut mengalami cuaca buruk dengan gelombang setinggi 3-4 meter. Hingga saat ini, sebanyak 52 orang berhasil ditemukan selamat, 1 orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 25 orang lainnya masih dalam pencarian.
Dampak dan Implikasi Peristiwa
Peristiwa tenggelamnya KM Nurul Salsa menyoroti pentingnya keselamatan pelayaran di perairan Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan yang rawan cuaca buruk. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap kapal-kapal penumpang, terutama dalam hal kelayakan kapal dan pemenuhan standar keselamatan. Selain itu, operasi pencarian dan identifikasi korban yang melibatkan banyak unsur menunjukkan perlunya koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana. Bagi keluarga korban, pos Ante-Mortem menjadi harapan untuk mendapatkan kepastian nasib anggota keluarganya. Proses identifikasi yang cepat dan akurat sangat diharapkan dapat memberikan kejelasan dan membantu proses pemulangan jenazah.
Di tengah duka yang mendalam, gotong royong dan solidaritas ditunjukkan oleh berbagai pihak, mulai dari tim SAR, TNI, Polri, Basarnas, hingga masyarakat nelayan yang turut membantu pencarian. Semoga upaya ini membuahkan hasil dan para korban segera ditemukan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










