Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Blitar Kota Bedah Rumah Warga: Bukti Kepedulian Sosial Polri
Suara Pecari | Blitar – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di wilayah hukum Polres Blitar Kota. Melalui kegiatan bakti sosial, jajaran kepolisian bersama masyarakat bergotong royong melakukan bedah rumah milik warga kurang mampu di Dusun Dayu, Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Rumah yang dibedah merupakan milik Jarno (60), seorang warga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Bangunan berukuran sekitar 3 x 4 meter tersebut diketahui sudah tidak layak huni, dengan dinding berbahan anyaman bambu serta rangka atap yang telah lapuk.
Kronologi dan Pelaksanaan Bedah Rumah
Kegiatan bedah rumah ini berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2026, melibatkan personel Polres Blitar Kota dari berbagai satuan, mulai Satreskrim, Satlantas, Humas hingga jajaran Polsek. Mereka tampak bahu-membahu bersama warga dan pemerintah desa membongkar bagian rumah yang rusak untuk kemudian dibangun kembali menjadi hunian yang lebih layak. Suasana kebersamaan terasa begitu kental; tanpa canggung, anggota kepolisian berbaur dengan masyarakat, saling membantu membongkar dan membangun rumah secara bersama-sama.
Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo mengatakan, kegiatan bedah rumah tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. “Ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga peduli terhadap kondisi sosial masyarakat. Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, kami melaksanakan bakti sosial berupa bedah rumah agar dapat memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Kondisi Rumah Sebelum Dibedah
Rumah yang dihuni Jarno sudah sangat memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuninya. Selain dinding yang masih menggunakan gedhek atau anyaman bambu, sejumlah bagian atap dan penyangga bangunan juga telah mengalami kerusakan parah. “Jika dibiarkan, kondisi rumah ini bisa ambruk sewaktu-waktu. Karena itu, kami bersama masyarakat bergotong royong untuk merehabilitasi rumah ini agar lebih aman dan nyaman untuk ditempati,” kata Kapolres.
Berikut adalah perbandingan kondisi rumah sebelum dan sesudah bedah rumah:
| Aspek | Sebelum | Sesudah (Target) |
|---|---|---|
| Dinding | Anyaman bambu (gedhek) | Bata ringan dan plester |
| Atap | Rangka lapuk, genteng bocor | Rangka baru, genteng baru |
| Lantai | Tanah | Plester semen |
| Luas | 3×4 meter | Tetap 3×4 meter, diperkuat |
| Status Kelayakan | Tidak layak huni | Layak huni |
Agenda Sosial Lain dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
Kapolres menambahkan, kegiatan bedah rumah merupakan salah satu dari sejumlah agenda sosial yang dilaksanakan Polres Blitar Kota dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Berikut adalah rangkaian kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan:
- Pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga kurang mampu.
- Kerja bakti lingkungan di beberapa titik rawan banjir.
- Olahraga bersama melalui fun run yang diikuti masyarakat dan personel.
- Pembangunan jembatan guna membantu akses masyarakat di daerah terpencil.
“Semoga Polres Blitar Kota selalu hadir dan mendapat tempat di hati masyarakat. Kegiatan sosial seperti ini akan terus kami lakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan kontribusi bagi pembangunan daerah,” pungkas Kapolres.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Kegiatan bedah rumah ini memberikan dampak langsung bagi Jarno dan keluarganya. Rumah yang tadinya tidak layak huni kini menjadi lebih aman dan nyaman. Selain itu, gotong royong antara polisi dan masyarakat memperkuat hubungan emosional dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Dalam jangka panjang, program serupa diharapkan dapat mengurangi angka rumah tidak layak huni di wilayah Blitar.
Implikasi sosial dari kegiatan ini antara lain:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersamaan dan kepedulian sosial.
- Memperkuat citra Polri sebagai pengayom dan pelayan masyarakat.
- Menjadi contoh bagi instansi lain untuk turut serta dalam pembangunan sosial.
Penutup
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya dimaknai dengan upacara seremonial, tetapi juga aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Bedah rumah di Dusun Dayu menjadi bukti bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Semangat gotong royong yang terpancar dari kegiatan ini diharapkan terus terjaga dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk berbuat kebaikan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






