Presiden Prabowo: Saya Sambut Kritik dengan Seksama, Kami Jawab dengan Hasil Nyata Bukan Retorika

Presiden Prabowo: Saya Sambut Kritik dengan Seksama, Kami Jawab dengan Hasil Nyata Bukan Retorika

Suara Pecari | Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap demokrasi dengan menyatakan bahwa dirinya selalu membuka ruang bagi kritik dan menelaahnya secara saksama. Dalam pernyataannya di majalah The Economist, Presiden Prabowo menekankan bahwa pemerintahannya akan menjawab kritik bukan dengan retorika, melainkan dengan hasil nyata yang dapat diukur. Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa Indonesia tetap berpegang pada prinsip demokrasi di bawah kepemimpinannya.

“Presiden Prabowo: Saya sambut kritik dengan seksama, kami jawab dengan hasil nyata bukan retorika,” ujar Prabowo dalam wawancaranya dengan The Economist yang kemudian dikutip oleh Badan Komunikasi Pemerintah. Ia menambahkan bahwa dirinya selalu membiasakan diri untuk menelaah setiap kritik yang ditujukan kepada pemerintah dan menimbangnya berdasarkan fakta serta realitas yang dihadapi rakyat biasa. Sikap ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk akademisi.

Achmad Baidowi, akademisi ilmu pemerintahan Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB), menilai bahwa kesiapan Presiden Prabowo menerima dan menelaah kritik secara seksama merupakan langkah positif yang memperkuat iklim demokrasi di Indonesia. “Kesiapan menelaah secara saksama menunjukkan bahwa Presiden Prabowo adalah pemimpin yang peduli terhadap fakta dan data. Artinya, kesiapan untuk menelaah menunjukkan sikap melihat dan menganalisa data agar tidak salah dalam mengambil keputusan,” kata Baidowi.

Pernyataan Presiden Prabowo ini muncul sebagai respons terhadap artikel The Economist yang mengkritik kebijakan fiskal, ekonomi, dan meningkatnya peran militer dalam kehidupan publik. Dalam surat jawabannya, Prabowo membela kebijakannya dan menegaskan bahwa pemerintahannya tidak sedang menjauh dari demokrasi, melainkan mencari bentuk demokrasi yang mampu menghasilkan perubahan nyata bagi rakyat. “Presiden Prabowo: Saya sambut kritik dengan seksama, kami jawab dengan hasil nyata bukan retorika,” demikian penegasannya.

Prabowo juga menyoroti pentingnya stabilitas dalam demokrasi. Menurutnya, demokrasi harus disesuaikan dengan budaya Indonesia yang mengutamakan kerja sama dan kerendahan hati. “Kami percaya demokrasi harus menghasilkan stabilitas, dan kemajuan, bukan kelumpuhan,” ujarnya. Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi 8% per tahun melalui transformasi di berbagai bidang, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hilirisasi industri, dan pembentukan Danantara.

Langkah konkret pemerintah dalam merespons kritik juga terlihat dari tindakan tegas terhadap tata kelola yang buruk. Misalnya, Presiden tidak menutup mata terhadap masalah di Badan Gizi Nasional (BGN) dan mengganti tiga pimpinan sekaligus, serta tidak menghalangi proses hukum terhadap sejumlah anggota kabinet. Hal ini menunjukkan komitmen Presiden terhadap tuntutan publik di sektor penegakan hukum.

Dengan demikian, Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan bahwa pemerintahannya tidak hanya mendengar kritik, tetapi juga bertindak nyata. “Presiden Prabowo: Saya sambut kritik dengan seksama, kami jawab dengan hasil nyata bukan retorika,” kembali ia tegaskan. Sikap ini diharapkan dapat memperkuat demokrasi Indonesia dan membawa kemajuan bagi rakyat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan