Megawati Kritik Menu MBG ke Prabowo: Usulkan Variasi Rendang untuk Cegah Monoton

Megawati Kritik Menu MBG ke Prabowo: Usulkan Variasi Rendang untuk Cegah Monoton

Suara PecariMegawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, menyampaikan kritik dan masukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Megawati menyoroti kurangnya variasi menu dalam program tersebut dan mengusulkan agar menu makanan lebih memanfaatkan kekayaan pangan lokal, termasuk rendang, agar tidak monoton.

Dalam acara Ekspose Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II yang digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada Agustus 2026, Megawati menjelaskan bahwa dirinya menyampaikan masukan tersebut secara langsung kepada Prabowo sebagai bentuk perhatian seorang ibu dan kawan lama.

Masukan Megawati untuk Program MBG

Megawati mengungkapkan bahwa menu MBG yang diberikan setiap hari cenderung seragam dan kurang mencerminkan keberagaman kuliner nusantara. Ia mencontohkan rendang sebagai salah satu makanan khas daerah yang dapat dimasukkan ke dalam menu supaya anak-anak mendapatkan variasi dan gizi yang lebih baik.

“Saya bilang pada Pak Prabowo, sebagai ibu, bahwa makanannya kok itu-itu saja. Padahal Indonesia memiliki berbagai macam daerah dengan makanan khas yang beragam, mbok ada rendang sekali-kali,” ujar Megawati yang juga mengingatkan pentingnya perhatian ibu kepada pemenuhan gizi anak agar dapat membantu mengatasi stunting.

Penekanan pada Peran Ibu dalam Program Gizi Anak

Selain kritik terhadap menu MBG, Megawati juga menyoroti peran ibu dalam memastikan gizi anak terpenuhi. Ia menegaskan bahwa fokus ibu sebaiknya lebih pada kesehatan dan pertumbuhan anak daripada penampilan pribadi semata.

Megawati mengingatkan bahwa stunting masih menjadi masalah penting di Indonesia, dan pemenuhan gizi yang baik merupakan kunci dalam memutus mata rantai stunting tersebut.

Posisi Politik Megawati sebagai Penyeimbang

Selain membahas program MBG, Megawati juga menegaskan posisinya secara politik. Ia menolak disebut sebagai oposisi karena Indonesia menggunakan sistem presidensial yang tidak mengenal istilah oposisi dan koalisi seperti dalam sistem parlementer. Megawati memilih berada di luar pemerintahan sebagai kekuatan penyeimbang dan menegaskan hal tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo.

Kritik Megawati terhadap Penegakan Hukum

Dalam kesempatan yang sama, Megawati juga mengkritik penegakan hukum di Indonesia yang dinilainya tidak konsisten. Ia menyebut hukum di Indonesia seperti karet, di mana yang salah bisa dibenarkan dan yang benar bisa disalahkan. Megawati menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada kedua pihak dalam suatu persoalan untuk menyampaikan keterangan guna menjaga keadilan.

Megawati mengungkapkan bahwa keluarganya pun masih bersabar menghadapi berbagai tudingan tidak benar, menunjukkan sikap tabah meskipun menghadapi tantangan hukum.

Dengan berbagai pandangannya tersebut, Megawati menunjukkan kepedulian terhadap berbagai aspek kebijakan dan penegakan hukum di Indonesia, serta menegaskan posisi politiknya yang unik sebagai penyeimbang di luar kabinet pemerintahan.

Penekanan pada pentingnya keberagaman menu MBG dan peran ibu dalam pemenuhan gizi anak diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program pemerintah dalam mengatasi masalah kesehatan anak, seperti stunting, sekaligus memanfaatkan potensi kekayaan kuliner daerah.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *