Dedi Mulyadi Nilai Evaluasi Anggaran Jadi Kunci Orkestrasi Pembangunan Jabar
Suara Pecari, Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa evaluasi anggaran menjadi kunci utama dalam mengorkestrasi pembangunan di Jawa Barat. Pernyataan ini disampaikan pada Rapat Paripurna Istimewa memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (20/8/2026).
Evaluasi Anggaran sebagai Kunci Pembangunan
Dedi Mulyadi memaparkan bahwa evaluasi anggaran kini telah bertransformasi dari hanya bersifat administratif menjadi aspek teknis yang sangat menentukan keberhasilan pembangunan. Dengan pendekatan teknis ini, pemerintah provinsi dapat mendorong kabupaten dan kota untuk terlebih dahulu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Pentingnya Peningkatan Pendidikan untuk Dongkrak IPM
Salah satu fokus utama Dedi adalah peningkatan pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ia menekankan bahwa rata-rata lama sekolah yang menjadi indikator IPM harus didorong tidak hanya untuk anak-anak saat ini, tetapi juga untuk kelompok usia yang lebih tua melalui pendidikan kesetaraan seperti Paket A, B, C, dan D.
Dedi menjelaskan bahwa IPM Jawa Barat mengalami fluktuasi peringkat dalam beberapa tahun terakhir, turun dari peringkat ke-10 pada 2020 menjadi peringkat ke-18, lalu kembali naik ke peringkat ke-15 pada 2024 dan 2025. Meski berada di peringkat ke-15, Jawa Barat mencatat peningkatan IPM tertinggi secara nasional pada 2025.
Menangani Ketimpangan Ekonomi Antar Daerah
Selain pendidikan, Dedi juga menyoroti ketimpangan ekonomi yang terjadi antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa standar kehidupan dan upah harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah, seperti perbedaan antara Bekasi dengan Kuningan, Majalengka, dan daerah lain.
Dedi menambahkan bahwa angka pendapatan tidak selalu mencerminkan kesejahteraan secara utuh karena biaya hidup yang berbeda antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Tantangan Tekanan Fiskal dan Pentingnya Investasi
Pemerintah Jawa Barat menghadapi tekanan fiskal yang berat dalam meningkatkan layanan dasar masyarakat. Dedi menekankan bahwa investasi yang masuk harus berdampak nyata pada ketersediaan lapangan kerja di seluruh wilayah provinsi.
Peningkatan Layanan Kesehatan Berjenjang
Dedi juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan secara berjenjang dari tingkat desa hingga fasilitas rujukan tingkat kedua dan ketiga sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Dedi optimistis dengan semangat optimisme pemerintah daerah dan masyarakat, cita-cita pembangunan Jawa Barat dapat terwujud.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









