Eka Kurniawan Ungkap Proses Lahirnya Naskah Monster Pabrik Rambut: Dari Premis Sederhana hingga Riset ke Pabrik Wig

Eka Kurniawan Ungkap Proses Lahirnya Naskah Monster Pabrik Rambut: Dari Premis Sederhana hingga Riset ke Pabrik Wig

Suara Pecari | Penulis Eka Kurniawan Ceritakan Proses Ide Awal Naskah 039 Monster Pabrik Rambut 039 LPP RRI dalam sebuah keterangan resmi yang diterima di Jakarta. Novelis ternama ini kembali berkolaborasi dengan sutradara Edwin untuk film horor terbaru mereka, Monster Pabrik Rambut, setelah sukses dengan Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas pada 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Penulis Eka Kurniawan Ceritakan Proses Ide Awal Naskah 039 Monster Pabrik Rambut 039 LPP RRI dengan gamblang. Ia mengungkapkan bahwa menulis skenario film memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan menulis novel. Menurutnya, menulis novel adalah pekerjaan individual, sementara menulis skenario adalah kerja tim yang melibatkan banyak dinamika.

“Orang sering tanya, apa bedanya nulis novel dan skenario? Sederhananya, menulis novel itu pekerjaan individual, sementara menulis skenario film itu pekerjaan tim,” kata Eka.

Ia menjelaskan bahwa saat menulis novel, ia harus menghadapi kebuntuan seorang diri. Sebaliknya, dalam penulisan skenario film, tantangan justru datang dari proses kolaborasi dan dinamika tim produksi. Setelah film sebelumnya, Edwin bertanya kepadanya, “Bikin apa lagi ya?” Jawaban Eka singkat, “Yuk bikin cerita dari nol.”

Dari obrolan tersebut, Eka mulai mengembangkan sebuah premis sederhana yang menjadi fondasi cerita film. “Menulis draft pertama dari premis sederhana, bagaimana kalau kamu terpaksa kurang tidur karena lembur, terus jadi lihat hantu?” katanya. Premis itu kemudian berkembang menjadi cerita berlatar pabrik. Proses pengembangannya berlangsung panjang dengan belasan versi naskah selama hampir dua tahun.

Cerita semakin matang setelah Eka dan Edwin melakukan riset ke sebuah pabrik wig. Pengalaman melihat gudang penyimpanan dan berbagai peralatan produksi yang terasa menyeramkan turut memperkuat atmosfer cerita. Penulis Eka Kurniawan Ceritakan Proses Ide Awal Naskah 039 Monster Pabrik Rambut 039 LPP RRI juga dipengaruhi oleh referensi masa kecil mereka, seperti komik Indonesia era 1980-an.

Edwin menambahkan bahwa komik Indonesia kaya akan perpaduan komedi, aksi, dan horor. Bahkan komik Petruk dan Gareng yang seharusnya komedi bisa menjadi horor. Selain komik, film-film Indonesia era 1980-an turut memengaruhi pendekatan visual dan penciptaan monster. Edwin menilai efek praktikal yang sederhana atau sedikit konyol justru meninggalkan kesan kuat.

Di balik elemen fantasi, Edwin menegaskan film ini berangkat dari kondisi sosial yang dekat dengan masyarakat. Budaya kerja berlebihan yang dianggap normal menjadi sumber ketakutan yang ingin dieksplorasi. “Kita berada di sebuah kondisi yang bisa dibilang cukup horor. Karena kita seperti tidak punya kontrol terhadap diri kita sendiri dan memberikan segala sesuatunya secara berlebihan kepada pekerjaan,” kata Edwin.

Ia menilai situasi tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius, namun sering dianggap risiko wajar dalam dunia kerja modern. “Yang bisa berakibat fatal, dan seramnya lagi itu dinormalisasikan, dari situlah monster di film ini tercipta,” ujarnya.

Film Monster Pabrik Rambut dibintangi Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kiki Narendra. Film yang telah menjalani world premiere di Berlinale 2026 ini sudah tayang di bioskop sejak 4 Juni 2026.

Penulis Eka Kurniawan Ceritakan Proses Ide Awal Naskah 039 Monster Pabrik Rambut 039 LPP RRI menjadi salah satu sorotan utama dalam perbincangan industri perfilman nasional. Kolaborasi antara Eka dan Edwin kembali menghasilkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengkritisi realitas sosial. Dengan premis yang sederhana namun mendalam, Monster Pabrik Rambut diharapkan mampu menggugah kesadaran penonton akan bahaya normalisasi budaya kerja berlebihan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan