SMPN 3 Banyuwangi Ubah Sisa Makanan MBG Jadi Pakan Maggot dan Pupuk Organik

Mustakim

Suara Pecari – 08 April 2026 | SMP Negeri 3 Banyuwangi memanfaatkan sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pakan maggot serta pupuk organik, sekaligus menurunkan volume limbah sekolah.

Program MBG menyediakan makanan bergizi bagi siswa, namun residu yang tidak terpakai kini diproses di area belakang sekolah bersama bahan organik lain seperti daun dan ranting.

Siswa mengumpulkan sisa makanan setiap hari dan menaruhnya dalam wadah khusus untuk budidaya larva belatung hitam yang cepat mengubah sampah menjadi sumber protein.

Maggot yang tumbuh dipanen dan dijadikan pakan bagi ikan nila yang dibudidayakan di kolam sekolah, menciptakan siklus produksi makanan internal.

“Kami mengubah sisa makanan menjadi pakan maggot, lalu maggot menjadi pakan ikan nila di kolam kami,” kata M. Fadil, siswa kelas delapan, saat kunjungan Bupati Ipuk Fiestiandani pada 7 April.

Sebagai pelengkap, siswa mengumpulkan daun dan ranting yang gugur, mengomposnya menjadi pupuk organik premium yang kini dipasarkan sekitar Rp 7.500 per kemasan.

Tim siswa juga memproduksi eco‑enzyme dan pupuk cair untuk memenuhi kebutuhan tanaman di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah Holilik menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi sekolah sebagai pelopor edukasi lingkungan, termasuk integrasi kurikulum Geopark Ijen.

Sekolah tersebut telah memperoleh penghargaan Adiwiyata Mandiri, menandakan komitmen kuat dalam pengelolaan lingkungan dan pendidikan hijau.

Bupati Ipuk Fiestiandani memuji inisiatif ini sebagai contoh edukasi praktis yang dapat ditiru oleh sekolah lain di daerah ini.

Ia menambahkan bahwa model pengelolaan sampah ini tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi lewat penjualan pupuk dan peningkatan produksi ikan.

Dengan pendekatan berbasis praktik, siswa memperoleh pengalaman pertanian, pengelolaan limbah, dan kewirausahaan sejak dini, memperkuat kompetensi mereka untuk tantangan masa depan.

Program ini diharapkan dapat memperluas jaringan kerjasama dengan lembaga pertanian dan industri pengolahan organik untuk meningkatkan skala produksi.

Secara keseluruhan, inisiatif SMPN 3 Banyuwangi menunjukkan bahwa pengelolaan sisa makanan di lingkungan sekolah dapat menjadi solusi ganda: mengurangi sampah sekaligus menghasilkan produk bernilai bagi pendidikan dan ekonomi.

Tinggalkan Balasan