DKPPP Jember Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Iduladha

DKPPP Jember Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Iduladha

Suara Pecari | Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember meningkatkan pengawasan terhadap hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Langkah ini dilakukan melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet serta Bidang Peternakan untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet DKPPP Jember, Henry Kurniawan, menyatakan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan kurban merupakan upaya preventif untuk melindungi kesehatan masyarakat. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap di sejumlah lapak penjualan hewan kurban di berbagai kecamatan.

Petugas melakukan pendataan terhadap setiap lapak dan menjalankan pemeriksaan ante mortem, yaitu pemeriksaan kesehatan sebelum hewan disembelih. Pemeriksaan mencakup kondisi umum hewan seperti nafsu makan, aktivitas, kondisi mata, hidung, mulut, kulit, hingga anggota gerak.

Baca juga:

Selain itu, petugas juga mengawasi potensi penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, dan penyakit zoonosis lainnya. DKPPP Jember juga memberikan edukasi kepada pedagang dan masyarakat mengenai ciri-ciri hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat.

Sebagai bentuk jaminan kepada masyarakat, hewan yang lolos pemeriksaan akan diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Petugas juga memasang stiker pada lapak yang telah diperiksa dan memenuhi syarat kesehatan.

Henry menambahkan bahwa monitoring tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan kepada pedagang terkait kebersihan kandang dan manajemen pemeliharaan hewan. Pemerintah Kabupaten Jember berharap masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan aman dan nyaman melalui pengawasan kesehatan hewan kurban yang ketat ini.

Baca juga:

Pemeriksaan hewan kurban ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilakukan oleh DKPPP Jember setiap menjelang Iduladha. Tahun ini, petugas menyisir lebih banyak lokasi penjualan hewan kurban dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan meningkatnya permintaan hewan kurban di wilayah Jember.

Selain pemeriksaan fisik, petugas juga melakukan pengambilan sampel darah pada beberapa hewan untuk diuji di laboratorium. Tujuannya adalah mendeteksi secara dini penyakit yang mungkin tidak tampak secara klinis, seperti brucellosis dan leptospirosis.

DKPPP Jember juga mengimbau para pedagang hewan kurban untuk menjaga kebersihan lingkungan kandang dan menyediakan pakan yang bersih. Pedagang diminta melaporkan jika ada hewan yang menunjukkan gejala sakit agar segera ditangani oleh petugas.

Baca juga:

Masyarakat diharapkan lebih teliti saat memilih hewan kurban dan tidak ragu bertanya kepada petugas di lapangan. Dengan adanya pemeriksaan yang intensif, risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia dapat diminimalkan.

Henry menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi hewan kurban hingga hari penyembelihan tiba. Jika ditemukan pelanggaran atau hewan yang tidak layak, maka akan dilakukan tindakan tegas sesuai peraturan yang berlaku.

Pemerintah Kabupaten Jember melalui DKPPP berkomitmen untuk menjaga kualitas dan kesehatan hewan kurban sehingga masyarakat dapat merayakan Iduladha dengan tenang. Langkah ini sekaligus mendukung program ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat di daerah.

Baca juga:

Hingga saat ini, belum ditemukan hewan kurban yang terindikasi penyakit berbahaya di Jember. Namun, kewaspadaan tetap dijaga agar penyebaran penyakit seperti PMK tidak terjadi saat perayaan Iduladha.

Dengan adanya sistem pengawasan yang ketat, diharapkan seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan di Jember benar-benar sehat dan memenuhi syariat Islam. Masyarakat pun dapat menjalankan ibadah kurban dengan penuh rasa aman dan nyaman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan