Kementerian Transmigrasi Fokus Pemberdayaan Transmigrasi dengan Program TEP 2026 di 53 Kawasan
Suara Pecari | Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, telah memastikan keberlanjutan pengembangan kawasan transmigrasi dengan program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Program ini merupakan lanjutan dari TEP sebelumnya yang tahun ini fokus pemberdayaan dan pengabdian di 53 kawasan transmigrasi.
Program TEP 2026 ini telah dilaksanakan dengan kerja sama dengan 10 perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung. Peserta TEP 2026 yang dibutuhkan sebanyak 1.400 terdiri dari S1 dan dosen hingga guru besar sebagai pendamping.
Para calon patriot peserta TEP 2026 memiliki latar belakang pendidikan beragam yang dibutuhkan dalam pemberdayaan dan pengabdian. Mulai dari jurusan pendidikan S1 perencanaan wilayah dan kota, agribisnis, kehutanan, pertanian, pertambangan, hukum, dan manajemen.
Menteri Iftitah memaparkan, program TEP 2026 sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan pembangunan nasional. Para patriot peserta TEP 2026 akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi juga untuk menjalankan kegiatan riset dan kajian.
Salah satu peninjau dari Universitas Diponegoro, Wiwandari Handayani, memastikan TEP 2026 akan dilakukan riset komprehensif yang langsung diimplementasikan. Ia menilai proposal yang diberikan harus fokus pada pemberdayaan yang berkelanjutan untuk target pada 53 kawasan transmigrasi.
Kementerian Transmigrasi berharap program TEP 2026 dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan transmigrasi dan meningkatkan pemerataan pembangunan di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











