Satgas MBG Jember Tinjau Keamanan Dapur SPPG Kaliwates 3 Usai Dugaan Keracunan

Satgas MBG Jember Tinjau Keamanan Dapur SPPG Kaliwates 3 Usai Dugaan Keracunan

Suara Pecari | Jember – Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jember, Achmad Imam Fauzi, melakukan peninjauan terhadap standar keamanan dapur di SPPG Kaliwates 3 Al Mubarok setelah adanya dugaan keracunan makanan yang dialami oleh siswa taman kanak-kanak (TK). Pengecekan ini dilakukan pada Kamis siang, 21 Mei 2026, untuk memastikan bahwa aspek teknis dapur memenuhi standar keamanan yang diperlukan.

Dalam peninjauan tersebut, Fauzi menemukan beberapa masalah teknis yang perlu ditangani. Salah satunya adalah penempatan tabung gas di area tertutup, yang dianggap berpotensi membahayakan operasional dapur. “Seharusnya gas itu diletakkan di tempat luar. Jika terjadi kebocoran, risiko kecelakaan sangat tinggi,” ungkapnya.

Selain isu penempatan tabung gas, Satgas MBG juga melanjutkan pemeriksaan terhadap sistem operasional dapur serta kelengkapan administrasinya. Meskipun demikian, Fauzi menyatakan bahwa kualitas bahan pangan yang digunakan masih dalam kondisi baik berdasarkan pemeriksaan awal. “Kualitas bahan pangan oke kok,” tambahnya.

Evaluasi teknis ini dipandang penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. Sebelumnya, pada Rabu, 20 Mei 2026, belasan siswa TK di Kabupaten Jember diduga mengalami keracunan setelah mengonsumi makanan dari program MBG.

Pemerintah Kabupaten Jember merespons dengan mengambil langkah tegas, yaitu merencanakan penutupan SPPG Kaliwates 3 yang terlibat dalam kejadian tersebut. “Satgas akan tegas meminta penutupan SPPG tersebut,” tegas Fauzi dalam keterangan resmi yang diterima media.

Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kesehatan anak-anak yang mengikuti program makan bergizi. Peninjauan dan evaluasi yang dilakukan diharapkan dapat meningkatkan standar keamanan di dapur penyedia makanan untuk mencegah terjadinya keracunan di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan