BRI Peduli: Menyalakan Asa Disabilitas untuk Berkarya Mandiri di Jember

BRI Peduli: Menyalakan Asa Disabilitas untuk Berkarya Mandiri di Jember

Suara Pecari | Jember – Penyandang disabilitas di Jember mendapatkan harapan baru untuk berwirausaha berkat bantuan dari program CSR BRI Peduli. Dengan penyaluran 74 unit peralatan usaha canggih, BRI berkomitmen untuk menciptakan kesempatan yang setara bagi individu berkebutuhan khusus.

Asrorul Mais, Pembina Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR) Jember, menyatakan bahwa keberadaan Disabilities Entrepreneur Center di kampusnya bukan hanya sekadar fasilitas, tetapi juga ruang untuk membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi produktivitas. Ia berharap, dengan bantuan tersebut, para mahasiswa disabilitas dapat memulai usaha secara mandiri.

Berbagai jenis alat yang disediakan mencakup mesin digital printing, peralatan untuk jasa kecantikan dan pijat, oven untuk kuliner, alat pertukangan, serta mesin bordir komputer. Asrorul menegaskan bahwa dukungan ini bukan sekadar bentuk belas kasihan, melainkan peluang yang setara bagi penyandang disabilitas.

Baca juga:

UNIPAR Jember dikenal sebagai perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia yang memiliki program studi Pendidikan Luar Biasa. Dengan adanya pusat kewirausahaan inklusif ini, 320 peserta, terdiri dari 290 mahasiswa dan 30 warga sekitar, kini dapat belajar dan berlatih keterampilan yang diperlukan untuk memasuki dunia usaha.

Baca juga:

Arie Wibowo, Regional CEO BRI Malang, menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam menciptakan keadilan ekonomi. Ia menekankan pentingnya menciptakan peluang ekonomi yang inklusif sehingga setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, dapat berkembang.

Baca juga:

Kolaborasi antara BRI dan UNIPAR Jember ini tidak hanya berfokus pada pelatihan keterampilan teknis, tetapi juga berupaya membangun ekosistem di mana disabilitas tidak menjadi penghalang untuk mencapai kemandirian finansial. Dengan inisiatif ini, diharapkan stigma negatif terhadap penyandang disabilitas dapat perlahan-lahan hilang, memberikan ruang bagi mereka untuk berkontribusi di masyarakat.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan