Satgas MBG Jember Desak Tindakan Tegas Terkait Dugaan Keracunan Siswa

Satgas MBG Jember Desak Tindakan Tegas Terkait Dugaan Keracunan Siswa

Suara Pecari | JEMBER – Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jember menganggap penting adanya tindakan tegas dalam menangani dugaan keracunan makanan yang dialami oleh beberapa siswa taman kanak-kanak di Kaliwates, Jember. Ketua Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi, menekankan bahwa penanganan kasus ini harus memberikan efek kejut untuk mencegah terulangnya insiden serupa di dapur penyedia makanan lainnya.

Fauzi menyatakan, hasil diskusi menunjukkan bahwa tidak ada penyedia makanan di Jember yang dikenakan sanksi suspend permanen meskipun telah melanggar aturan. Ia menegaskan bahwa keselamatan penerima manfaat program harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar target jumlah dapur MBG.

“Faktanya ada korban. Ini menunjukkan adanya masalah dalam pelaksanaan program, baik dari sisi teknis maupun standar operasional prosedur (SOP),” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Satgas MBG akan memberikan rekomendasi kepada pihak berwenang terkait kemungkinan sanksi suspend bagi dapur penyedia makanan yang bermasalah.

Baca juga:

Fauzi menegaskan bahwa rekomendasi tersebut tidak perlu menunggu hasil riset laboratorium, karena sudah ada bukti berupa korban yang menjadi dasar evaluasi awal. “Namanya rekomendasi, yang memutus adalah pemilik kewenangan. Tetapi faktanya sudah ada korban,” tandasnya.

Baca juga:

Kasus ini muncul di tengah rencana Jember sebagai pilot project nasional program MBG. Fauzi menekankan pentingnya disiplin dalam penanganan kasus agar permasalahan serupa tidak menyebar ke dapur MBG lainnya. Ia juga mengungkapkan bahwa isu ini sebelumnya sudah muncul melalui laporan masyarakat di kanal pengaduan Wadul Gus’e milik Pemkab Jember.

Baca juga:

Sementara itu, meskipun semua korban keracunan kini telah diperbolehkan pulang, Fauzi menegaskan bahwa evaluasi sistem tetap harus dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Tindakan tegas dan disiplin yang konsisten dinilai krusial dalam memastikan keselamatan anak-anak yang menerima manfaat dari program ini.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan