Muhammad Firdaus, Jemaah Haji Indonesia Meninggal dan Disalatkan di Masjidil Haram
Suara Pecari | Makkah – Suasana dini hari di Masjidil Haram dipenuhi dengan kesedihan saat jemaah haji Indonesia menggelar salat jenazah untuk Muhammad Firdaus Ahlan, seorang jemaah berusia 73 tahun. Firdaus, yang merupakan bagian dari Kloter JKG 27, ditemukan meninggal setelah dilaporkan hilang selama sepekan di Kota Makkah.
Almarhum ditemukan pada Sabtu, 23 Mei 2026, setelah pencarian intensif oleh petugas. Ia diketahui keluar dari hotel tanpa membawa identitas, hanya mengenakan gelang haji. Proses pemindahan jenazah berlangsung dengan penuh penghormatan, dengan petugas membawa wewangian saat jenazah tiba di Masjidil Haram sekitar pukul 03.21 waktu setempat.
Salat jenazah dilakukan bersamaan dengan tujuh jenazah lainnya di area Masjidil Haram, di tengah kesibukan ribuan jemaah yang sedang beribadah. Para petugas dengan sigap membantu proses pemindahan jenazah agar berjalan lancar.
Kepastian mengenai wafatnya Firdaus disampaikan oleh pihak Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi setelah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat. Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh. Hasan Affandi, mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia akan membadalhajikan almarhum melalui petugas haji yang ada.
Kehilangan Firdaus membawa duka mendalam bagi keluarga dan sesama jemaah haji asal Indonesia. Meskipun demikian, perjalanan terakhirnya berakhir di tempat yang paling suci bagi umat Islam, memberikan makna tersendiri bagi banyak orang yang mengenalnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












