Pemerintah Ingatkan Kepedulian untuk Cegah Jemaah Haji Hilang
Suara Pecari | Pemerintah Indonesia mengimbau jemaah haji dan petugas untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan mereka dengan kondisi kesehatan tertentu. Imbauan tersebut disampaikan setelah seorang jemaah haji, Muhammad Firdaus, berusia 72 tahun, dilaporkan hilang dan ditemukan wafat di Makkah.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh. Hasan Afandi, menekankan pentingnya saling membantu di antara jemaah. Ia mendorong agar setiap jemaah yang melihat orang lain tampak bingung atau kelelahan segera menawarkan bantuan dan mengarahkan mereka kepada petugas terdekat.
“Segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat dan pos layanan,” ujar Hasan dalam keterangan pers yang dirilis melalui tayangan Youtube.
Hasan juga menekankan agar jemaah tidak membiarkan sesama jemaah berjalan sendirian, terutama mereka yang memerlukan perhatian lebih. Kepedulian ini diharapkan dapat mengurangi risiko jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan.
Pemerintah juga meminta agar jemaah haji tidak segan untuk meminta bantuan dari petugas jika diperlukan. Hasan menegaskan komitmen petugas haji Indonesia untuk mendampingi dan melindungi jemaah selama berada di Tanah Suci.
Dalam kejadian sebelumnya, Muhammad Firdaus, jemaah dari embarkasi Jakarta-Pondok Gede, dinyatakan hilang setelah terlihat meninggalkan hotel dalam rekaman CCTV. Setelah pencarian dilakukan, tim yang berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi menemukan Firdaus dalam keadaan wafat.
Pemerintah menyampaikan duka cita yang mendalam atas kehilangan ini dan menyatakan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum. Hasan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan kepada masyarakat Indonesia yang telah mendoakan.
Imbauan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian di antara jemaah, sehingga kejadian serupa dapat dihindari di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












