Kemenhaj Imbau Jemaah Bayar Dam Melalui Jalur Resmi
Suara Pecari | Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) memperkuat pendampingan bagi jemaah haji menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Salah satu fokus utama dalam layanan ini adalah pengelolaan pembayaran dam bagi jemaah haji Indonesia.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menekankan pentingnya penghormatan terhadap beragam pandangan fikih yang ada mengenai pelaksanaan dam. Ia menyatakan bahwa jemaah diberikan ruang untuk memilih sesuai keyakinan masing-masing, namun pelaksanaan dam harus tetap dilakukan dengan tertib, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Data terbaru menunjukkan bahwa hingga saat ini, sebanyak 100.268 jemaah haji Indonesia telah menyelesaikan kewajiban dam mereka melalui berbagai metode. Dari jumlah tersebut, 71.262 jemaah telah membayar dam melalui sistem resmi ADAHI di Arab Saudi, sementara 26.901 jemaah menyelesaikannya di Indonesia. Sebanyak 2.105 jemaah melaksanakan dam dengan berpuasa, dan 821 jemaah memilih untuk melakukan haji ifrad sehingga tidak dikenakan dam tamattu’.
Ichsan mengungkapkan bahwa pencapaian ini menunjukkan peningkatan kesadaran jemaah terhadap mekanisme pembayaran dam yang telah ditetapkan. Pengelolaan dam yang baik juga mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi, yang dapat menjadi dorongan bagi pemerintah Indonesia untuk memperkuat tata kelola layanan haji yang ada.
Kemenhaj mengingatkan jemaah agar waspada terhadap tawaran pembayaran dam di luar jalur resmi. Jemaah diimbau untuk memastikan kejelasan mekanisme, mendapatkan bukti pembayaran, dan kepastian pelaksanaan. Ichsan menegaskan bahwa jemaah harus berhati-hati dan tidak mudah percaya pada tawaran yang tidak jelas. Jika terdapat keraguan, jemaah diminta untuk berkonsultasi dengan petugas kloter, pembimbing ibadah, atau petugas di sektor haji.
Hingga hari ke-30 operasional haji, sebanyak 498 kloter yang terdiri dari 192.185 jemaah dan 1.984 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 487 kloter dengan total 188.259 jemaah dan 1.984 petugas saat ini telah berada di Makkah.
Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji, Kemenhaj juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan, menghemat tenaga, dan memperbanyak istirahat. Pemerintah menjamin bahwa layanan kedatangan, akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, pembinaan ibadah, serta perlindungan untuk jemaah akan berjalan dengan optimal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












