Tuhan Tidak Ingin UmatNya Berhenti Pada ‘Cukup’, Dia Ingin Terus Bertumbuh

Tuhan Tidak Ingin UmatNya Berhenti Pada 'Cukup', Dia Ingin Terus Bertumbuh

Suara Pecari, GUNUNGSITOLI, RRI – Dalam Ibadah Raya Minggu, 12 Juli 2026, Pendeta Lucky Deri Putra Harefa menyampaikan khotbah yang menggugah bertajuk “Expand From Within” atau diperbesar dari dalam. Mengawali khotbah, ia mengibaratkan sebuah mal di Korea yang tampak megah dari luar namun konstruksi di dalamnya tidak memadai. “Bangunan itu gagah, tetapi strukturnya rapuh. Begitu pula hidup kita—jika hanya mempercantik tampilan luar tanpa memperkuat interior, suatu saat akan runtuh,” ujarnya di hadapan jemaat Gereja Keluarga Allah Nias.

Ekspansi Seperti Bangsa Israel: Dari Gosyen ke Tanah Perjanjian

Pendeta Lucky mengangkat kisah bangsa Israel yang merasa nyaman di tanah Gosyen. “Gosyen bukan tujuan akhir. Masih ada tanah perjanjian yang menanti,” tegasnya. Banyak umat Kristen hari ini terjebak dalam zona nyaman—pekerjaan yang stabil, pelayanan yang rutin, pendapatan yang cukup. “Kadang kita takut pada perubahan, padahal ketakutan itu justru membuat kita kehilangan kesempatan yang Tuhan sediakan,” tambahnya. Tuhan tidak menghendaki umat-Nya berhenti pada kata ‘cukup’. Dia ingin setiap anak-Nya terus bertumbuh dan berkembang. Pendeta Lucky mencontohkan Yosua, yang awalnya hanyalah orang biasa. “Jika hidup Yosua bisa diperbesar oleh Tuhan, kita juga bisa,” katanya penuh semangat.

Data Pertumbuhan Gereja di Indonesia (2024-2026)

TahunJumlah Jemaat (estimasi)Persentase Pertumbuhan
202428,5 juta
202529,1 juta2,1%
202630,0 juta3,1%

Sumber: Data estimasi dari beberapa lembaga survei gereja. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa semakin banyak jiwa yang haus akan pertumbuhan rohani, sejalan dengan pesan Pendeta Lucky.

Sebelum Ekspansi ke Luar, Tuhan Memperluas di Dalam

Pendeta Lucky mengingatkan bahwa Tuhan tidak langsung membawa Israel melalui jalan terdekat ke tanah perjanjian. “Mengapa? Karena hati mereka belum siap berperang. Jika kapasitas tidak siap, berkat justru bisa menghancurkan seseorang,” jelasnya. Ia mencontohkan Raja Saul, yang dipilih menjadi raja namun hatinya tetap kecil dan tidak stabil. “Ketika dipanggil menjadi raja, dia bersembunyi di antara barang-barang. Ini gambaran orang yang posisinya naik, pendapatannya naik, pelayanannya naik, tetapi mentalitas dan karakternya tidak naik. Akibatnya, muncullah sifat mudah tersinggung, iri hati, takut kehilangan posisi, tidak tahan kritik, dan haus akan pujian,” paparnya. Perluasan dan pembesaran hanya menjadi berkat jika hati kita siap menerima dan menampungnya. Tanpa persiapan batin, berkat bisa menjadi bumerang.

Tanda-Tanda Hati yang Belum Diperluas

  • Mudah tersinggung oleh kritik atau masukan.
  • Iri hati terhadap keberhasilan orang lain.
  • Takut kehilangan posisi atau pengaruh.
  • Tidak tahan terhadap tekanan dan tanggung jawab besar.
  • Haus akan pujian dan pengakuan manusia.

Sebelum Dipakai untuk Memimpin Ekspansi, Yosua Harus Ekspansi dalam Dirinya

Pendeta Lucky menekankan bahwa Yosua adalah manusia biasa yang juga bisa takut. Namun, empat kali Tuhan berkata kepadanya, “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu.” “Mengapa diulang sampai empat kali? Karena Tuhan tahu pemimpin besar akan menghadapi tekanan besar. Bukan hanya Yosua, semua orang yang ingin dipakai Tuhan lebih besar akan mengalami tantangan, kritik, kesalahpahaman, tekanan, dan tanggung jawab yang lebih besar,” ungkapnya. Kunci untuk memperbesar hati dan mengatasi stres berlebih adalah menyadari bahwa Tuhan selalu menyertai. “Kesadaran akan penyertaan Tuhan membuat hati menjadi tenang. Tekanan mungkin tetap ada, tetapi hati tidak hancur,” tegasnya. Jadi, enlargement dimulai dari hati, bukan dari keadaan. Orang yang dipakai Tuhan pasti menghadapi tekanan, tetapi kesadaran akan penyertaan Tuhan membuat hati kita tetap kuat.

Dampak dan Implikasi bagi Umat

Pesan ini memiliki dampak yang luas bagi jemaat dan masyarakat Kristen di Indonesia. Pertama, mengajak umat untuk keluar dari zona nyaman dan berani mengambil langkah iman menuju pertumbuhan. Kedua, menekankan pentingnya pembentukan karakter dan mentalitas sebelum menerima berkat yang lebih besar. Ketiga, memberikan penghiburan bahwa tekanan dan tantangan adalah bagian dari proses pemuridan, bukan tanda bahwa Tuhan meninggalkan kita. Implikasinya, gereja-gereja diharapkan lebih fokus pada pengajaran yang membangun kapasitas batin jemaat, bukan sekadar mengejar pertumbuhan kuantitatif. Program-program pembinaan karakter dan konseling rohani menjadi semakin relevan.

Kronologi Ibadah

Ibadah Raya di Gereja Keluarga Allah Nias berlangsung pada Minggu, 12 Juli 2026, dimulai pukul 09.00 WIB. Setelah khotbah, Pendeta Lucky memimpin Perjamuan Kudus yang diikuti oleh seluruh pelayan dan jemaat. Suasana khidmat dan penuh sukacita mewarnai ibadah tersebut.

Di akhir khotbahnya, Pendeta Lucky mengajak jemaat untuk merenungkan: sudahkah kita berhenti pada ‘cukup’, ataukah kita sedang membiarkan Tuhan memperbesar hati kita? Sebab, Tuhan tidak ingin umat-Nya berpuas diri di Gosyen. Dia ingin kita terus bertumbuh, dari dalam ke luar, hingga kita mampu menjadi berkat bagi banyak orang. Seperti Yosua yang diubah dari seorang biasa menjadi pemimpin besar, kita pun dipanggil untuk mengalami transformasi serupa—dengan syarat hati kita siap dan terus diperluas oleh Tuhan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *