Kemenhaj Siapkan Jutaan Porsi Makanan Siap Santap untuk Jemaah Haji Indonesia

Kemenhaj Siapkan Jutaan Porsi Makanan Siap Santap untuk Jemaah Haji Indonesia

Suara Pecari | Di Makkah, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) telah mempersiapkan jutaan porsi makanan siap santap atau ready to eat (RTE) untuk jemaah haji Indonesia. Persiapan ini dilakukan menjelang fase pra-Armuzna hingga puncak pelaksanaan haji di Tanah Suci.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, menyampaikan bahwa total kebutuhan RTE mencapai lebih dari tiga juta porsi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.232.520 porsi akan disiapkan untuk fase praarmuzna, sementara sisanya akan dialokasikan selama fase Armuzna. “Total RTE yang dibutuhkan mencapai 3.082.200 porsi,” jelas Jaenal pada Selasa, 20 Mei 2026.

Sebagian besar porsi RTE sudah tersedia di dapur dan siap untuk didistribusikan ke hotel-hotel tempat jemaah menginap. Menu yang disajikan memiliki cita rasa Indonesia, dengan berbagai pilihan lauk dan nasi. Di antara menu-menu tersebut terdapat nasi uduk, rendang, semur ayam, kari ayam, dan gulai ayam.

Setiap porsi dikemas dalam pouch praktis yang berisi nasi dan lauk masing-masing seberat 150 gram. RTE ini dirancang untuk dapat langsung dibuka dan dimakan tanpa perlu perlakuan tambahan. Selain itu, petugas juga akan memberikan penjelasan mengenai cara konsumsi RTE kepada jemaah.

Jaenal menambahkan bahwa jemaah haji cenderung menyukai makanan siap santap ini selama berada di Tanah Suci. Banyak dari mereka bahkan membawa RTE sebagai oleh-oleh karena ketahanannya yang bisa mencapai hingga 18 bulan.

Distribusi RTE diharapkan dapat membantu jemaah, terutama mereka yang lansia dan memiliki disabilitas, untuk mendapatkan konsumsi yang praktis selama menjalankan ibadah haji. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan seluruh porsi RTE tersedia tepat waktu pada fase penting Armuzna.

Persiapan makanan siap santap ini menjadi bagian integral dari pelayanan haji 1447 Hijriah bagi jemaah Indonesia. Dengan adanya RTE, diharapkan risiko kekurangan makanan selama puncak pelaksanaan ibadah haji dapat diminimalkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan