WHO Tetapkan Darurat Ebola, Negara Asia Tingkatkan Skrining Pelancong

WHO Tetapkan Darurat Ebola, Negara Asia Tingkatkan Skrining Pelancong

Suara Pecari | Negara-negara di Asia, termasuk Indonesia dan Thailand, mulai mengintensifkan pengawasan terhadap pelancong dari negara yang terpapar wabah Ebola. Langkah ini diambil setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah tersebut sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional.

Wabah Ebola Bundibugyo saat ini tengah menyebar di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda. Kementerian Kesehatan Indonesia telah mengumumkan bahwa mereka akan melakukan pemantauan ketat terhadap pelancong dari wilayah yang terinfeksi, dengan kasus mencurigakan segera dirujuk ke rumah sakit yang ditunjuk untuk penanganan lebih lanjut.

Pemerintah Indonesia juga berkoordinasi dengan rumah sakit dan lembaga kesehatan masyarakat untuk meningkatkan sistem deteksi dini dan respons terhadap kemungkinan kasus. Di Thailand, otoritas kesehatan juga memperketat pengawasan pelancong dari DRC, Uganda, dan daerah berisiko tinggi lainnya.

Pelancong yang tiba di Thailand akan dipantau selama 21 hari setelah kedatangan. Rumah sakit di seluruh Thailand diinstruksikan untuk melakukan pemeriksaan cepat terhadap kasus-kasus yang menunjukkan gejala tidak biasa. Negara ini mengklasifikasikan DRC dan Uganda sebagai wilayah dengan risiko tinggi penyakit menular.

Selain itu, pelancong asing di Thailand diwajibkan untuk mengisi Thailand Digital Arrival Card (TDAC), sementara warga Thailand harus mendaftarkan data perjalanan mereka. Pemerintah Thailand juga telah menyiapkan pemeriksaan kesehatan tambahan, termasuk pengukuran suhu tubuh dan tindak lanjut oleh layanan kesehatan jika diperlukan.

Selain Indonesia dan Thailand, negara-negara Asia lainnya seperti Korea Selatan, India, Singapura, Jepang, Vietnam, Hong Kong, dan Tiongkok juga memperkuat pengawasan kesehatan di pintu masuk internasional mereka. Korea Selatan telah memperketat prosedur karantina melalui sistem Q-CODE bagi pelancong dari DRC, Uganda, dan Sudan Selatan, sementara India meminta pelancong dari negara-negara terdampak untuk melapor kepada petugas kesehatan bandara sebelum melewati pemeriksaan imigrasi.

Data menunjukkan bahwa Indonesia mencatat 3,44 juta kedatangan wisatawan asing pada kuartal pertama 2026, meningkat 8,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, angka ini diperkirakan dapat menurun seiring dengan meningkatnya pengawasan dan tindakan pencegahan terkait wabah Ebola. Thailand juga mencatat 12 juta kedatangan wisatawan asing dalam empat bulan pertama tahun ini, meskipun terjadi penurunan 3,45 persen dibandingkan tahun lalu.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah di seluruh Asia berupaya untuk mencegah penyebaran virus Ebola dan menjaga kesehatan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan