Detik-detik Kiswah, Kain Penutup Ka’bah Diganti pada Malam Tahun Baru Islam: Momen Spiritual yang Mengharukan
Suara Pecari | Detik-detik kiswah, kain penutup Ka’bah diganti pada malam Tahun Baru Islam, menjadi momen yang sangat dinantikan oleh jutaan umat Muslim di seluruh dunia. Pada Senin malam, 15 Juni 2026, bertepatan dengan 1 Muharam 1448 Hijriah, prosesi sakral ini berlangsung di Masjidil Haram, Makkah, diiringi gema takbir dan lantunan doa dari para jemaah yang memadati area sekitar Ka’bah.
Suasana haru dan khidmat menyelimuti mataf Ka’bah saat kain hitam bersulam benang emas yang telah menyelimuti Baitullah selama setahun diganti dengan yang baru. Setiap tarikan kiswah baru disambut dengan takbir yang bersahutan dari ribuan jemaah, seolah membawa doa dan harapan menyambut datangnya Tahun Baru Islam. Bagi Dwi Vera Anggreani, jemaah haji asal Indonesia kloter BPN 15, malam itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan. “Masya Allah, Alhamdulillah. Senang, kayak enggak nyangka bisa melihat secara langsung,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Prosesi pergantian kiswah dimulai sejak setelah salat Asar dan baru selesai melewati tengah malam. Petugas khusus menggunakan sebelas tali di setiap sisi kain untuk menarik dan menempatkannya mengelilingi Ka’bah, mulai dari sisi pintu hingga menutup Hijir Ismail, Rukun Yamani, dan Rukun Syami. Detik-detik kiswah, kain penutup Ka’bah diganti pada malam Tahun Baru Islam ini juga disaksikan oleh jutaan pasang mata melalui siaran langsung, namun bagi mereka yang hadir langsung, sensasinya jauh lebih mendalam.
Kiswah yang baru dibuat dengan biaya lebih dari Rp120 miliar, menggunakan bahan-bahan terbaik: 825 kilogram sutra alami, 120 kilogram benang emas, 60 kilogram benang perak, dan 410 kilogram napas mentah. Kain ini diproduksi di King Abdulaziz Complex for the Holy Kaaba Kiswa, sebuah pabrik khusus di sisi barat Makkah. Proses pembuatannya memakan waktu berbulan-bulan dan melibatkan tangan-tangan terampil, termasuk kaligrafer legendaris seperti mendiang Abdul Rahim Amin Bukhari, yang selama lebih dari 30 tahun terlibat dalam pembuatan 21 kiswah.
Setelah pemasangan selesai, para jemaah yang sebelumnya dibatasi oleh pilar-pilar pembatas akhirnya diizinkan mendekat untuk menyentuh kain baru itu dan memanjatkan doa. Banyak yang mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka, seperti yang dilakukan Dwi Vera. “Ini adalah momen langka yang mungkin hanya sekali seumur hidup,” katanya.
Pergantian kiswah setiap tanggal 1 Muharam merupakan tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun, simbol penyucian dan pembaruan semangat ibadah. Detik-detik kiswah, kain penutup Ka’bah diganti pada malam Tahun Baru Islam menjadi pengingat akan kebesaran Allah dan persatuan umat Islam dari berbagai penjuru dunia. Malam itu, di tengah gemerlap lampu Masjidil Haram, ribuan doa terpanjat, berharap tahun baru membawa berkah dan kedamaian bagi seluruh umat manusia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












