Teuku Rizky Mengalami Tantangan Emosional saat Syuting di Liang Kubur dalam Film Seni Merayu Tuhan
Suara Pecari – Teuku Rizky mengalami pengalaman emosional yang mendalam saat menjalani adegan syuting di liang kubur dalam film terbaru berjudul Seni Merayu Tuhan. Dalam proses pengambilan gambar, ia kesulitan menyelesaikan adegan tersebut hingga harus meminta maaf kepada sutradara Cesa David Luckmansyah.
Syuting di liang kubur menjadi salah satu momen paling menantang bagi Rizky. Suasana yang sempit dan sunyi membuatnya larut dalam adegan, bahkan ia sempat menangis tak berhenti dan merasa blank. Rasa intens yang dirasakannya membuat dia membayangkan jika situasi tersebut benar-benar terjadi dalam kehidupannya.
Persiapan Mendalami Peran Khatib
Untuk memerankan karakter Khatib, Teuku Rizky bersama rekan aktor Ari Irham mengikuti workshop azan. Mereka belajar pelafalan yang tepat, panjang-pendek bacaan, serta makna di balik setiap bagian seruan salat. Workshop ini membantu Rizky memahami aspek spiritual dan teknis dari perannya sehingga dapat lebih maksimal dalam berakting.
Hubungan dengan Keluarga dan Aktivitas Setelah Syuting
Setelah pengalaman syuting yang emosional, Rizky mulai lebih rutin berkomunikasi dengan ibunya. Ibunda Rizky, Rieke Diah Pitaloka, juga aktif menerapkan program Jumat Berkah dengan mempromosikan produk UMKM secara gratis, yang menunjukkan dukungan keluarga dalam perjalanan karier Teuku Rizky.
Film Seni Merayu Tuhan yang disutradarai oleh Cesa David Luckmansyah ini diadaptasi dari buku best seller karya Habib Ja’far dan mengangkat tema keagamaan yang mendalam. Peran Rizky sebagai Khatib memberikan warna tersendiri karena menggabungkan aspek spiritual dan emosional dalam ceritanya.
Pengalaman syuting di liang kubur sekaligus menjadi bukti keseriusan Teuku Rizky dalam mendalami peran dan memberikan penampilan yang autentik kepada penonton. Tantangan yang dihadapi selama proses produksi menambah nilai emosional bagi film ini dan menunjukkan profesionalisme Rizky sebagai aktor.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









