Pemkab Taput Hadiri Pesta Gotilon HKBP Parsaoran: Perkuat Sinergi Pemerintah dan Gereja untuk Pembangunan Daerah
Suara Pecari, TAPANULI UTARA – Suasana khidmat dan penuh sukacita menyelimuti Gereja HKBP Parsaoran di Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Minggu, 12 Juli 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara hadir dalam perayaan Pesta Gotilon, sebuah tradisi ucapan syukur atas hasil panen dan berkat Tuhan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tapanuli Utara, Drs. Henry M.M. Sitompul, M.Si., mewakili Bupati, menghadiri langsung acara tersebut bersama sejumlah pejabat daerah.
Pesta Gotilon: Tradisi Syukur Masyarakat Batak
Pesta Gotilon merupakan tradisi tahunan yang sudah mengakar kuat di kalangan masyarakat Batak, khususnya di lingkungan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Secara harfiah, “Gotilon” berarti panen atau menuai, sehingga perayaan ini identik dengan rasa syukur atas hasil pertanian dan berkat kehidupan yang diterima sepanjang tahun. Dalam konteks kekinian, Pesta Gotilon tidak hanya dirayakan oleh petani, tetapi menjadi momen kebersamaan seluruh jemaat untuk merenungkan penyertaan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan. Kehadiran Pemkab Taput dalam perayaan ini menunjukkan apresiasi terhadap nilai-nilai spiritual dan kultural yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat.
Kronologi Acara: Kehadiran Pejabat Hingga Ibadah Syukur
Rangkaian acara dimulai dengan kedatangan jajaran Pemkab Tapanuli Utara yang disambut hangat oleh para pelayan gereja dan jemaat HKBP Parsaoran. Sekda Henry Sitompul tiba didampingi sejumlah pejabat, yakni Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, serta Camat Pagaran. Setelah sambutan, rombongan mengikuti ibadah ucapan syukur yang berlangsung khidmat. Dalam sambutannya yang mewakili Bupati Tapanuli Utara, Sekda Henry menyampaikan apresiasi dan harapan pemerintah terhadap pelaksanaan Pesta Gotilon.
Pesan Sekda: Kebersamaan dan Sinergi untuk Pembangunan
Dalam sambutannya, Sekda Henry Sitompul menegaskan bahwa Pesta Gotilon bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum strategis untuk mempererat kebersamaan dan kepedulian antarjemaat. “Pesta Gotilon menjadi momentum untuk mengucap syukur atas hasil dan berkat yang telah diterima, sekaligus mempererat kebersamaan serta kepedulian antarjemaat,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan komitmen Pemkab Taput untuk terus membangun hubungan harmonis dengan gereja dan seluruh elemen masyarakat. “Sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan menjadi modal penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Bupati Tapanuli Utara melalui sambutan yang dibacakan Sekda juga mengapresiasi semangat gotong royong yang terwujud dalam perayaan tersebut. “Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengapresiasi pelaksanaan Pesta Gotilon sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas penyertaan dan berkat yang diterima seluruh jemaat,” katanya. Dengan demikian, kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat untuk pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Daftar Pejabat yang Hadir dalam Pesta Gotilon
| No | Nama Pejabat | Jabatan |
|---|---|---|
| 1 | Drs. Henry M.M. Sitompul, M.Si. | Sekretaris Daerah Kab. Tapanuli Utara |
| 2 | – | Asisten Perekonomian dan Pembangunan |
| 3 | – | Kepala Dinas Ketenagakerjaan |
| 4 | – | Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa |
| 5 | – | Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat |
| 6 | – | Camat Pagaran |
Catatan: Nama pejabat tertentu tidak disebutkan secara lengkap dalam sumber asli.
Nilai-nilai Penting dalam Pesta Gotilon
Melalui perayaan ini, sejumlah nilai esensial dihidupkan kembali dan diperkuat:
- Syukur: Mengingatkan jemaat untuk selalu bersyukur atas berkat Tuhan, baik berupa hasil panen maupun rahmat lainnya.
- Kebersamaan: Mempererat hubungan antarjemaat dan antara masyarakat dengan pemerintah.
- Kepedulian: Mendorong solidaritas sosial, terutama terhadap sesama yang membutuhkan.
- Kolaborasi: Membangun sinergi antara gereja dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan daerah.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Pembangunan Daerah
Kehadiran langsung pejabat Pemkab Taput dalam Pesta Gotilon memberikan dampak positif yang signifikan. Pertama, acara ini menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga aspirasi warga dapat terserap lebih baik. Kedua, pesan-pesan pembangunan yang disampaikan dalam konteks keagamaan lebih mudah diterima dan dihayati. Ketiga, sinergi yang terbangun antara pemerintah dan lembaga gereja diharapkan mampu mempercepat program-program kesejahteraan, seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan, dan pendidikan. Dengan demikian, kegiatan religius semacam ini memiliki implikasi langsung terhadap pembangunan manusia dan sosial di Tapanuli Utara.
Selain itu, Pesta Gotilon juga berperan dalam memperkuat identitas budaya lokal. Di tengah arus globalisasi, tradisi ini menjadi benteng pelestarian nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan leluhur. Pemerintah daerah pun menyadari bahwa pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual dan kultural. Oleh karena itu, dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan budaya menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara.
Harapan ke Depan: Gotilon Sebagai Model Sinergi
Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap semangat syukur, kebersamaan, dan kepedulian yang tercermin dalam Pesta Gotilon dapat terus menjadi kekuatan membangun daerah. Kolaborasi yang harmonis antara pemerintah, gereja, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan Tapanuli Utara yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Momentum seperti ini juga perlu dijadikan sebagai model sinergi yang dapat direplikasi di kecamatan-kecamatan lainnya. Dengan demikian, setiap desa dapat merasakan manfaat langsung dari kehadiran pemerintah dalam setiap denyut kehidupan masyarakat.
Perayaan Pesta Gotilon di HKBP Parsaoran, Kecamatan Pagaran, bukanlah sekadar seremoni tahunan. Ia adalah cerminan dari keyakinan bahwa pembangunan sejati berakar pada spiritualitas dan kebersamaan. Ketika pemerintah turun langsung merayakan syukur bersama rakyatnya, maka terciptalah jembatan kokoh menuju masa depan yang lebih cerah. Di ufuk Tapanuli Utara, doa dan harapan berpadu dalam tiap kidung pujian, menabur benih kebaikan untuk generasi mendatang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










