Macet Ketapang H+11 Masih Parah, TNI Dikerahkan Bantu Penguraian
Suara Pecari – 15 April 2026 | Macet di jalur menuju Pelabuhan Ketapang masih terjadi pada H+11 menjelang Lebaran, memaksa aparat militer untuk turun membantu proses penguraian kendaraan yang terjebak.
Komandan Kodim 0825/Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya menjelaskan bahwa pasukan TNI dari Angkatan Darat dan Laut telah dikerahkan sejak Rabu (1/4) dan akan bertugas selama seminggu ke depan.
Jumlah tersebut belum mencakup bantuan dari Angkatan Laut, yang juga akan bergabung dalam operasi penanganan kemacetan namun belum diungkapkan secara rinci.
Triyadi menambahkan bahwa ia memantau kondisi secara langsung dan mencatat bahwa kemacetan telah berlangsung selama sekitar enam hari, dengan lonjakan signifikan setelah pembatasan truk besar dicabut.
Ia menilai bahwa kendaraan kecil dan bus masih beroperasi normal, namun peningkatan volume truk besar menambah beban lalu lintas secara drastis.
Panjang ekor kendaraan di jalur Ketapang sempat mencapai 15 kilometer, namun pada Selasa siang belasan kilometer tersebut menyusut menjadi sekitar 11 kilometer, menandakan adanya kemajuan dalam proses penguraian.
Triyadi mengartikan penurunan tersebut sebagai penguraian sekitar empat kilometer, namun menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Dandim menyoroti bahwa libur panjang akhir pekan, yang mencakup tiga hari dari Jumat hingga Minggu, menjadi faktor tambahan yang meningkatkan jumlah kendaraan kecil dan bus di jalan.
Ia mengingatkan bahwa pola peningkatan kendaraan pada long weekend biasanya berulang, sehingga menjadi perhatian utama dalam mengantisipasi potensi kemacetan kembali.
Selain mengatur arus kendaraan, aparat juga menyediakan bantuan langsung kepada pengemudi, termasuk air minum dan makanan, untuk menghindari dehidrasi di tengah cuaca panas.
Fokus lainnya adalah penempatan anggota di titik-titik kritis untuk mencegah kendaraan yang mencoba memotong antrean, atau yang dikenal sebagai “ngeblong”, yang dapat memperburuk situasi di pelabuhan.
Penegakan disiplin lalu lintas oleh TNI diharapkan dapat mempercepat proses penguraian dan mengurangi waktu tunggu bagi para pengemudi yang menunggu untuk melanjutkan perjalanan.
Para pengemudi yang mendapatkan bantuan melaporkan rasa lega karena dapat tetap terhidrasi dan mendapatkan makanan ringan selama menunggu, meski situasi tetap menantang.
Kondisi ini mencerminkan tekanan logistik yang dialami wilayah Banyuwangi menjelang Lebaran, mengingat peran strategis Pelabuhan Ketapang sebagai pintu gerbang utama ke Pulau Madura.
Pihak berwenang berjanji akan terus memantau perkembangan dan menyesuaikan langkah-langkah penanganan, termasuk kemungkinan penambahan personel militer jika diperlukan.
Dengan keberadaan TNI di lapangan, harapan pemerintah daerah adalah agar kemacetan dapat terurai lebih cepat dan tidak mengganggu arus transportasi barang serta penumpang selama masa libur Lebaran.
Situasi ini akan terus dievaluasi, dan informasi terbaru akan disampaikan kepada publik seiring dengan perkembangan di lapangan.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







