Dua Anak Hanyut di Sungai Bulango Gorontalo, Keluarga Awalnya Curiga
Suara Pecari – 19 April 2026 | Dua anak kelas dua SD, Aliandra Elmira Ramadhani dan temannya, ditemukan tewas setelah hanyut di Sungai Bulango, Gorontalo, pada Sabtu malam. Tim SAR setempat berhasil mengangkat jenazah setelah pencarian intensif selama tiga jam.
Kejadian terjadi sekitar pukul 20.30 WIB ketika kedua anak sedang bermain di tepi sungai yang dikenal memiliki arus kuat pada sore hari. Menurut saksi mata, mereka tiba-tiba terjatuh ke dalam air dan tidak dapat berenang.
Keluarga korban mengaku sempat meragukan penyebab kematian karena sebelumnya anak mereka tidak pernah menunjukkan ketakutan terhadap air. Mereka menilai bahwa ada kemungkinan faktor lain yang terlibat, namun penyelidikan masih berlangsung.
Polisi Gorontalo membuka penyelidikan penyebab kecelakaan dan menelusuri apakah faktor alam atau kelalaian orang tua berperan. Petugas juga memeriksa rekaman CCTV sekitar lokasi untuk mengidentifikasi aktivitas sebelum kejadian.
Aliandra, yang berusia tujuh tahun, dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan, terutama salat dan mengaji, menurut guru agamanya. Guru tersebut menyatakan bahwa anak itu selalu hadir di madrasah dan mencontohkan disiplin dalam ibadah.
Kakak Aliandra, Rafi, menuturkan bahwa kakaknya sering mengajak teman-temannya bermain di luar rumah setelah selesai belajar. Ia menambahkan bahwa pada hari kejadian, mereka berdua tampak ceria sebelum tiba-tiba menghilang.
Pihak berwenang menegaskan pentingnya pengawasan orang tua terutama di daerah dengan aliran sungai yang berbahaya. Mereka mengingatkan masyarakat untuk tidak membiarkan anak bermain sendirian di dekat air, terutama pada sore hingga malam hari.
Kepala Dinas Perhubungan Gorontalo berencana menambah rambu peringatan di sepanjang tepi Sungai Bulango. Rambu tersebut akan menampilkan simbol larangan masuk bagi anak-anak dan peringatan bahaya arus kuat.
Sementara itu, rumah sakit setempat telah menyiapkan prosedur penanganan korban kecelakaan air, termasuk tim medis yang terlatih dalam resusitasi. Tim tersebut bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Masyarakat setempat mengungkapkan kesedihan mendalam atas kehilangan dua anak muda yang masih menuntut ilmu. Beberapa warga mengadakan doa bersama di masjid terdekat untuk menghormati korban.
Kepala Sekolah Dasar (SD) tempat Aliandra belajar menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan menegaskan komitmen meningkatkan keselamatan siswa di luar lingkungan sekolah. Sekolah berencana mengadakan pelatihan dasar keselamatan air bagi murid dan orang tua.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo berjanji akan mengevaluasi kembali kebijakan keamanan di area publik yang dekat dengan sumber air. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah tragedi serupa di masa depan.
Laporan forensik sementara menunjukkan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, menegaskan kematian akibat tenggelam. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan tidak ada faktor lain yang memengaruhi.
Keluarga Aliandra dan temannya meminta masyarakat memberikan dukungan moral dan menghindari spekulasi yang belum terkonfirmasi. Mereka berharap proses penyelidikan dapat memberikan kepastian dan keadilan.
Kasus ini menambah catatan tragedi kecelakaan air di Indonesia, menyoroti perlunya edukasi keselamatan sejak dini. Pihak berwenang dan masyarakat diharapkan bersinergi untuk melindungi anak-anak dari bahaya serupa.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







