Relawan SIBAT Puger Wetan Jember Ikuti Pelatihan Intensif Pertolongan Pertama dan Respon Cepat Bencana

Ricky Sulivan
Relawan SIBAT Puger Wetan Jember Ikuti Pelatihan Intensif Pertolongan Pertama

JEMBER — Sebanyak 25 relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, mengikuti pelatihan intensif pertolongan pertama dasar selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 18–19 April 2026. Kegiatan ini digelar di Balai Desa Puger Wetan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas respon cepat di tingkat desa.

Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Organisasi PMI Kabupaten Jember, Sukaryo. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa relawan berbasis masyarakat memiliki peran krusial sebagai garda terdepan saat terjadi kondisi darurat.

“Pelatihan ini merupakan investasi kemanusiaan. Relawan SIBAT diharapkan memiliki keterampilan yang mumpuni agar mampu memberikan pertolongan cepat dan tepat sebelum tenaga medis tiba di lokasi,” ujar Sukaryo.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari mitra internasional, yakni perwakilan Japanese Red Cross Society (JRCS) di Indonesia yang turut hadir melalui perwakilannya, Bang Yana. Kehadiran JRCS menjadi bukti komitmen berkelanjutan dalam memperkuat ketangguhan masyarakat lokal menghadapi risiko bencana.

Selain itu, perwakilan SIBAT Desa Puger Wetan, Suwanto, bersama unsur pemerintah desa turut hadir memberikan dukungan moral kepada para peserta. Sinergi antara relawan, pemerintah desa, dan mitra menjadi kunci dalam membangun kesiapsiagaan yang berkelanjutan.

Selama pelatihan berlangsung, para relawan mendapatkan pembekalan materi teori sekaligus praktik langsung. Materi yang diberikan mencakup teknik dasar pertolongan pertama, penanganan luka, evakuasi korban, hingga prosedur bantuan hidup dasar.

Sebagai wilayah pesisir, Kecamatan Puger, khususnya Desa Puger Wetan, memiliki tingkat kerentanan terhadap potensi bencana. Oleh karena itu, penguatan kapasitas relawan menjadi langkah strategis dalam meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan.

Melalui pelatihan ini, PMI Kabupaten Jember berharap tercipta relawan yang sigap, terampil, dan mampu menjadi ujung tombak dalam penanganan awal bencana, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menuju desa tangguh bencana.

Tinggalkan Balasan