Panglima Kolinlamil Rudhi Aviantara Promosikan Bike‑to‑Work demi Efisiensi Energi dan Keamanan Laut

Ricky Sulivan
Panglima Kolinlamil Rudhi Aviantara Promosikan Bike‑to‑Work demi Efisiensi Energi dan Keamanan Laut

Suara Pecari – 20 April 2026 | Laksamana Muda Rudhi Aviantara, Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), memulai hari kerja dengan bersepeda dari rumah dinas di Kelapa Gading menuju markas di Tanjung Priok. Langkah ini merupakan bagian dari program “bike to work” yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Rute seluas hampir 7 kilometer dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua puluh menit, mengurangi kebutuhan bahan bakar kendaraan dinas. Dengan kecepatan rata‑rata 20 km/jam, Rudhi mencatat jarak tempuh per menit mencapai 333 meter.

Penggunaan sepeda ini selaras dengan kebijakan ketahanan lingkungan yang menekankan pengurangan emisi gas buang. Rudhi menegaskan, “Saya hobi olahraga dan dengan bersepeda dapat mengurangi polusi udara,” dalam wawancara dengan IDN Times.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya efisiensi BBM bagi seluruh aparatur negara, termasuk TNI. Arahan tersebut diteruskan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) sebagai dukungan terhadap upaya penghematan energi nasional.

Implementasi kebijakan serupa telah meluas ke satuan Kolinlamil di Surabaya dan Makassar. Anggota yang berdomisili dekat kantor diminta berpartisipasi untuk menjaga kesehatan serta menurunkan konsumsi bahan bakar.

Rudhi menjelaskan bahwa sepeda menjadi pilihan utama tidak hanya saat berangkat, tetapi juga saat pulang kerja. Ia menambahkan, kondisi cuaca dan agenda rapat dapat memengaruhi keputusan untuk bersepeda.

Selama sesi wawancara pada program “Ngobrol Seru”, Rudhi mengungkapkan pengalaman kariernya sebagai komandan lima kapal perang. Salah satu momen penting adalah ketika ia memimpin KRI Layang‑635 mengusir kapal patroli Malaysia yang dianggap melanggar wilayah perairan Indonesia di Ambalat.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Kolinlamil dalam menjaga kedaulatan laut. Rudhi menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman maritim yang semakin kompleks.

Dalam pembicaraan lanjutan, ia menekankan perlunya sinergi antara upaya lingkungan dan keamanan laut. Menurutnya, pengurangan polusi udara dapat meningkatkan kesiapan operasional angkatan laut.

Rudhi juga mengingatkan bahwa kebijakan ketahanan energi tidak hanya bersifat administratif, melainkan harus dijalankan oleh setiap anggota. Ia mencontohkan bahwa jarak singkat antara rumah dinas dan markas memudahkan penerapan bike‑to‑work.

Para prajurit di unit Kolinlamil diminta menilai situasi cuaca sebelum memutuskan bersepeda. Jika hujan deras atau ada keperluan mendesak, kendaraan dinas tetap menjadi opsi.

Program ini didukung oleh anggaran khusus untuk perawatan sepeda dan fasilitas parkir aman. Fasilitas tersebut telah dipasang di beberapa pos kerja Kolinlamil.

Kebijakan serupa diharapkan dapat diadopsi oleh lembaga pemerintahan lain. Pendekatan ini sejalan dengan agenda nasional pengurangan emisi karbon hingga 2030.

Rudhi menambahkan bahwa kegiatan bersepeda meningkatkan kebugaran fisik serta mental para petugas. Kondisi tubuh yang prima, katanya, berkontribusi pada efektivitas operasi di laut.

Selain isu lingkungan, Rudhi menyinggung ancaman keamanan di perairan Natuna dan Natuna Selatan. Ia menegaskan perlunya patroli intensif dan koordinasi lintas lembaga.

Pernyataan tersebut menggambarkan tantangan ganda yang dihadapi Kolinlamil: menjaga kedaulatan laut sekaligus mendukung agenda hijau. Kedua aspek dianggap saling melengkapi dalam rangka ketahanan nasional.

Para analis militer mencatat bahwa contoh Rudhi dapat menjadi model bagi kepemimpinan militer modern. Integrasi kebijakan energi dengan operasi militer dianggap sebagai langkah inovatif.

Dengan terus mengedepankan bike‑to‑work, Rudhi berharap budaya sehat dan ramah lingkungan menyebar ke seluruh jajaran TNI. Ia menutup dengan harapan semua pihak dapat berkontribusi pada pengurangan jejak karbon nasional.

Tinggalkan Balasan