Motor Emak-Emak Terseret KA Batara Kresna di Rel Bengkong Solo, Dua Penumpang Terlempar

Mohammad Islam
Motor Emak-Emak Terseret KA Batara Kresna di Rel Bengkong Solo, Dua Penumpang Terlempar

Suara Pecari – 20 April 2026 | Dua perempuan yang mengendarai sepeda motor terlibat kecelakaan dengan Kereta Api Batara Kresna di rel bengkong Purwosari, Solo, pada Minggu pagi. Motor mereka terseret sekitar dua meter dan kedua penumpang terlempar, namun tidak ada korban jiwa.

Kejadian terjadi sekitar pukul 08.45 WIB ketika KA Batara Kresna nomor 513 melaju dari arah Wonogiri menuju Stasiun Purwosari. Rel tersebut berada di kawasan Car Free Day Jalan Slamet Riyadi yang sedang ramai aktivitas.

Pengendara motor, seorang wanita berusia 43 tahun (TW) dan temannya berusia 49 tahun (S), mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna putih. Kendaraan melaju dari jalur lambat ke arah barat‑timur dan tampaknya tidak memperhatikan kondisi sekitarnya.

Masinis kereta sudah membunyikan klakson berulang kali sebagai peringatan, namun peringatan tersebut tidak diindahkan. Akibatnya tabrakan tak terelakkan dan motor terdorong oleh kecepatan kereta.

Setelah benturan, motor tergelincir sekitar dua meter dan kedua penumpang terlempar ke belakang. TW mengalami luka ringan berupa lecet, sementara S tidak mengalami cedera serius.

Kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kasih Ibu Solo untuk penanganan medis. Di rumah sakit, TW mendapatkan perawatan luka ringan dan dipulangkan setelah dokter memastikan kondisi stabil.

Feni Novida Saragih, Humas Daop 6 Yogyakarta, menyatakan penyesalan KAI atas insiden tersebut dan menekankan pentingnya mematuhi rambu perlintasan. Kereta kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 08.57 WIB setelah memastikan jalur aman.

Kasubdit Gakkum Satlantas Polresta Solo, Yuli Nurus Yani, mengonfirmasi bahwa pengendara tidak melihat kanan‑kiri sebelum menyeberang rel. Ia mengimbau pengendara untuk selalu fokus dan berhenti sejenak sebelum melintasi perlintasan resmi.

Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi memang menarik banyak warga, namun kepadatan pejalan kaki dan kendaraan meningkatkan risiko kecelakaan. Penggunaan perlintasan resmi menjadi faktor krusial untuk menghindari benturan serupa.

Data Kementerian Perhubungan mencatat bahwa kecelakaan lintas rel masih menjadi penyebab utama luka ringan di Indonesia tiap tahunnya. KAI secara rutin mengeluarkan kampanye keselamatan di media massa dan melalui petugas lapangan.

Pihak berwenang menyarankan agar pengendara memperlambat laju, menengok ke kedua sisi, dan memastikan tidak ada kereta yang mendekat sebelum menyeberang. Pemasangan rambu visual dan alarm di perlintasan juga diharapkan dapat menurunkan angka kejadian.

Meskipun insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, kasus tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan bersama memerlukan disiplin semua pengguna jalan. KAI, kepolisian, dan masyarakat diharapkan terus berkoordinasi untuk mencegah kecelakaan lintas rel di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan