Uya Kuya Batalkan Rumor 750 Dapur MBG, Laporkan Hoaks ke Polda Metro Jaya

Mohammad Islam
Uya Kuya Batalkan Rumor 750 Dapur MBG, Laporkan Hoaks ke Polda Metro Jaya

Suara Pecari – 21 April 2026 | Anggota DPR dan presenter televisi Uya Kuya menegaskan tidak memiliki seratusan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti yang tersebar di media sosial.

Penyangkalan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi beliau pada akhir pekan lalu.

Dalam postingannya, Uya Kuya menambahkan bahwa ia hanya menawarkan totebag bergambar Traders Joe sebanyak sepuluh buah yang sedang viral.

Ia mengajak netizen yang berminat untuk membeli langsung, alih‑alih menunggu antrean atau pemesanan khusus.

Rumor mengenai 750 dapur MBG muncul setelah sebuah video tidak resmi menyebutkan nama politikus itu sebagai pemilik jaringan dapur tersebut.

Video itu kemudian dibagikan secara luas, menimbulkan spekulasi dan pertanyaan publik mengenai kebenarannya.

Uya Kuya menanggapi tuduhan tersebut sebagai hoaks yang merugikan reputasinya sebagai legislator dan presenter.

Ia menegaskan bahwa tidak ada satupun dapur MBG yang berada di bawah pengelolaannya atau miliknya.

Untuk menindaklanjuti penyebaran informasi palsu, Uya Kuya melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya pada tanggal 18 April 2026.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTP/B/2746/SPKT/POLDA METRO JAYA, pukul 22.10 WIB.

Kombes Pol Budi Hermanto, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, mengonfirmasi penerimaan laporan tersebut.

Menurutnya, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebaran berita bohong itu.

Namun, hingga kini belum ada keterangan rinci mengenai identitas pelaku atau platform asal hoaks tersebut.

Uya Kuya menambahkan bahwa penyebaran rumor tersebut juga memicu tindakan tidak menyenangkan di rumahnya.

Ia mengaku pernah mengalami penjarahan barang-barang pribadi setelah hoaks tersebut beredar, meski tidak ada kerusakan signifikan pada properti.

Kasus penjarahan ini memperparah beban mental dan emosional yang dirasakan oleh keluarga politikus itu.

Uya Kuya mengimbau publik untuk tidak mudah mempercayai konten yang belum terverifikasi kebenarannya.

Ia menekankan pentingnya mengecek sumber informasi sebelum disebarkan lebih luas.

Pihak kepolisian mengingatkan bahwa penyebaran berita palsu dapat dikenai sanksi hukum sesuai Undang‑Undang ITE.

Langkah hukum tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku penyebaran hoaks.

Sementara itu, jaringan MBG sendiri merupakan program pemerintah yang menyediakan makanan bergizi secara gratis bagi masyarakat kurang mampu.

Program ini biasanya dikelola oleh lembaga sosial atau pemerintah daerah, bukan oleh individu pribadi.

Kebanyakan dapur MBG berada di wilayah yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi dan didukung oleh sponsor korporat.

Uya Kuya menegaskan dukungannya terhadap program MBG, namun menolak tuduhan pribadi yang tidak berdasar.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pengikut media sosial yang telah memberikan klarifikasi dan dukungan moral.

Para pengikut pun diminta untuk membantu menyebarkan pernyataan resmi sebagai upaya memerangi disinformasi.

Kasus ini menambah daftar panjang hoaks yang menimpa tokoh publik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Para ahli komunikasi menyarankan peningkatan literasi digital sebagai kunci utama dalam mengurangi dampak hoaks.

Masyarakat diharapkan menjadi lebih kritis dan menilai kredibilitas sumber sebelum membagikan konten.

Dengan langkah hukum dan edukasi, diharapkan kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.

Uya Kuya menutup pernyataannya dengan harapan agar fokus publik kembali pada agenda legislatif dan pelayanan publik yang lebih konstruktif.

Tinggalkan Balasan